3.929 TNI-Polri Amankan Kunjungan JK di Aceh

Salman Mardira, Okezone · Rabu 24 Desember 2014 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 24 340 1083595 3-929-tni-polri-amankan-kunjungan-jk-di-aceh-uyFoFPtR2d.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Dok. Okezone)

BANDA ACEH - Kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Aceh menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin peringatan 10 tahun tsunami, mendapat pengamanan ketat aparat.

Sebanyak 3.929 TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan JK selama dua hari di sana.

Wakil Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Letkol Budi Haryono mengatakan, personel diterjunkan terdiri dari 2.493 TNI Angkatan Darat, 66 TNI Angkatan Laut, 170 TNI Angkatan Udara dan 1.200 Polri.

"Total semua ada 3.929 personel,” katanya kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (24/12/2014).

Kendaraan taktis militer, seperti anoa, baracuda hingga water canon ikut dikerahkan. “Pasukan sniper juga ada sudah kita siapkan dari masing-masing kesatuan, dari TNI ada dari Polri juga ada,” ujarnya.

Dia menambahkan, pengamanan dilakukan tiga lapis, ring pertama oleh Paspampres, ring kedua dan ketiga ditangani Kodam Iskandar Muda. Adapun sasaran pengaman selain jalur dilewati JK, juga Hotel Hermes Palace sebagai penginapannya selama di Banda Aceh.

Selanjutnya, lokasi acara yakni Lapangan Blang Padang dan Masjid Raya Baiturrahman. Lokasi tersebut akan segera disterilkan.

Budi mengaku tidak ada jalan yang ditutup pada hari H kunjungan JK. Pasukan pengamanan sudah dipersiapkan sejak dua hari lalu. JK dijadwalkan tiba di Aceh, Kamis, 25 Desember sore besok melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Malamnya dia diagendakan mengikuti zikir dan doa bersama 10 tahun tsunami di Masjid Raya Baiturrahman. Esoknya JK bakal memimpin upacara refleksi tsunami di Lapangan Blang Pada.

Budi mengatakan, pihaknya bersama Humas Pemerintah Aceh sedang menyeleksi para jurnalis yang akan meliput langsung upacara peringatan 10 tahun tsunami tersebut.

“Wartawan media asing yang mau meliput harus melapor dulu ke Kementerian Luar Negeri, kalau media lokal dan nasional cukup kasih salinan surat tugas dari redaksi saja ke kami,” sebutnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini