nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar Inggris Galang Dana untuk Korban Tsunami Aceh

ant, Jurnalis · Senin 05 Januari 2015 17:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 01 05 65 1087942 pelajar-inggris-galang-dana-untuk-korban-tsunami-aceh-5udUmhqlyF.jpg Pengunjung Museum Tsunami memperhatikan nama-nama korban tsunami Aceh pada diorama sumur doa. (Foto: dok. Okezone)

LONDON - Pelajar sekolah menengah atas Brondesbury College, London, menggelar malam dana untuk korban tsunami Aceh. Malam dana tersebut ditujukan sebagai peringatan 10 tahun bencana tersebut.

Brondesbury College adalah sekolah musik di daerah London Borough of Brent, London. Sekolah ini didirikan seniman Inggris Cat Stevens yang kini dikenal dengan nama Yusuf Islam. Di antara lagu Islam yang terkenal adalah "Father and Son", "Wild World", "Peace Train", "Moonshadow" dan "Morning Has Broken".

Menurut Charity Administrator, Rahim Kane, Yayasan Small Kindness buatan Islam berhasil mengumpulkan dana 44 ribu poundsterling melalui malam dana tersebut.

"Dana yang terkumpul akan disumbangkan untuk membantu meringankan penderitaan anak-anak yatim dan keluarga di Banda Aceh yang terkena bencana tsunami pada 2004," ujar Kane.

Pada 2005, ujr Kane, Yayasan Small Kindness dan Yusuf Islam, mengunjungi Aceh untuk membuka kantor lokal amal. Di sini mereka juga merekam dan meluncurkan lagu, "Samudera Hindia", untuk mengumpulkan dana bagi para korban tsunami.

Dubes RI untuk untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Hamzah Thayeb, menyampaikan penghargaannya atas perhatian para pelajar di Brondesbury College dan Small Kindness kepada anak anak di Aceh. Bencana tsunami yang melanda Aceh, pada 26 Desember 2004 itu tidak saja menghancurkan berbagai fasilitas tetapi juga membawa banyak korban terutama anak anak yang kehilangan orangtua.

Ayah Thayeb sendiri lahir di Kota Paureulak, Aceh. Karena itulah dia sangat menghargai usaha yang dilakukan Yusuf Islam yang datang ke Aceh sebulan setelah bencana stunami dan ikut membantu para korban serta membuka kantor di Aceh pada 2005. "Sekecil apa pun bantuan yang diberikan sangat berharga, khususnya untuk pendidikan anak-anak di Aceh," ujar Thayeb.

Dalam acara malam dana itu ditampilkan pesan video dari anak-anak yatim itu yang mengungkapkan harapan dan aspirasi mereka untuk masa depan. Yayasan sosial Small Kindness yang didirikan Yusuf Islam pada 2000 terus berkomitmen untuk melanjutkan pekerjaan di Indonesia dan khususnya untuk membantu anak-anak dan keluarga dari Banda Aceh mencapai impian mereka dan membangun kembali kehidupan mereka.

Small Kindness tidak saja memberikan bantuan untuk anak anak di Aceh Indonesia tetapi juga memberikan bantuan di seluruh dunia. Secara khusus, yayasan ini telah memainkan peran penting dalam memberikan bantuan kepada anak yatim dan kekuatan di Bosnia Herzegovina, Kosovo, Serbia , dan negara-negara Balkan lainnya.

Rahim Kane menyebutkan, Small Kindness tidak fokus pada satu jenis bantuan namun juga memberikan dukungan keuangan, makanan, pakaian, obat-obatan, dan pendidikan.

"Kami juga mengkhususkan diri dalam program jangka panjang dengan membantu anak-anak yang telah menyelesaikan sekolah dengan mencarikan pekerjaan. Kami sangat beruntung dengan dukungan dari Yusuf Islam Foundation untuk menutupi biaya administrasi dengan demikian dana yang terkumpul 100 persen diberikan untuk yang membutuhkan," imbuh Kane.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini