Image

Budi Gunawan, Calon Kapolri Tersandung KPK

Giovanni, Jurnalis · Jum'at 16 Januari 2015 15:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 01 16 17 1093177 budi-gunawan-calon-kapolri-tersandung-kpk-EsvX2shO3w.jpg Komjen Pol. Budi Gunawan menjadi calon tunggal Kapolri di tengah penetapannya sebagai tersangka oleh KPK. (Foto: Heru H/Okezone)

JAKARTA – Lahir di Surakarta pada 11 Desember 1959, Komjen Pol. Drs. Budi Gunawan, S.H., MSi., Ph.D menjelma sebagai salah satu tokoh Kepolisian Republik Indonesia yang disegani. Pada setiap jenjang pendidikan yang dijalaninya, Budi selalu menorehkan catatan gemilang. Bahkan, dia mampu menjadi lulusan terbaik dan meraih penghargaan Adhi Makayaksa.

Sebagai salah satu perwira elite, Budi selalu menempati posisi penting di Polri. Ketika berpangkat Komisaris Besar (Kombes) Polri, dia ditunjuk menjadi Ajudan Presiden Republik Indonesia ketika itu, Megawati Soekarno Putri.

Budi pernah menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karyawan Mabes Polri periode 2004-2006. Ketika ditunjuk menduduki jabatan tersebut, Budi tercatat sebagai jenderal termuda Polri yang dipromosikan naik pangkat bintang satu atau Brigadir Jendera (Brigjen). Setelah itu, Budi menjabat sebagai Kepala Selapa Lemdiklat Polri hingga 2008.

Budi juga tercatat pernah dua kali menjabat sebagai Kepala Divisi (Kadiv) Polri. Pada 2009-2010, dia menjabat sebagai Kadiv Pembinaan Hukum Polri dan pada periode 2010-2012 dia menduduki jabatan Kadiv Profesi dan Pengamanan.

Catatan kariernya juga dihiasi dua kali jabatan Kapolda. Budi menjabat sebagai Kapolda Jambi pada 2008-2009 dan Kapolda Bali pada 2012. Dia hanya setahun menjabat sebagai Kapolda Bali. Sejak 2012 hingga kini, posisi Budi adalah Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Markas Besar (Kalemdiklat) Polri.

Kini, Presiden Jokowi menunjuk Budi sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Polisi Sutarman. Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru juga menetapkan namanya sebagai tersangka. Budi disinyalir menjadi salah satu jenderal Polri yang memiliki rekening gendut.

Kasus yang membuatnya menjadi calon kapolri kontroversial sebenarnya sudah bergulir sejak Maret 2010. Dia menjadi tersangka korupsi dalam kapasitasnya sebagai Karobinkar Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri periode 2004-2006.

Polri mengklarifikasi tuduhan itu. Mereka juga meminta laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Namun, Polri mengklaim, Budi Gunawan yang ketika itu masih berpangkat Irjen, tidak terkait rekening gendut. Hal ini ditegaskan melalui surat Bareskrim Polri ke PPATK tertanggal 18 Juni 2010.

Namun, KPK menegaskan tidak pernah menerima surat tembusan tentang kasus tersebut, baik dari PPATK maupun Polri. KPK baru mendapatkan informasi kasus rekening gendut yang melibatkan Budi Gunawan pada Juni-Agustus 2010 berdasarkan laporan masyarakat.

Sejak saat itu, KPK terus melakukan kajian dan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket). Pada Juli 2013, di bawah pimpinan Abraham Samad, KPK pun melakukan gelar perkara pertama kasus ini.

Berbekal dokumen hasil pemeriksaan kekayaan Komjen Budi Gunawan, KPK terus melakukan dan memperkaya penyelidikan. Hingga akhirnya, KPK menetapkan Budi sebagai tersangka pada 13 Januari lalu.

Saat KPK menyematkan status tersangka kepadanya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru setuju mengangkat Budi sebagai Kapolri. Kini budi menjadi calon Kapolri yang juga tersangka korupsi. Status Budi tersebut membuat masyarakat kembali terpecah. Ada kelompok yang mendukung tindakan berani dari KPK, ada pula yang mendukung Budi Gunawan dengan menilai adanya unsur politis terkait keputusan KPK tersebut.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini