nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sepenggal Kisah Terpidana Mati Rani Andriani

ant, Jurnalis · Minggu 18 Januari 2015 18:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 01 18 337 1093897 sepenggal-kisah-terpidana-mati-rani-andriani-IjKklLVJYm.jpg Ambulance membawa Jenazah Terpidana Mati di Nusakambangan (Foto:antara)

CIANJUR - Rani Andriani, terpidana mati kasus narkotika dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2015). Duka mendalam menyelimuti keluarga Rani di Ciranjang, dan Cianjur, Jawa Barat.

Tak pernah ada yang menyangka, Rani akan tewas di tangan eksekutor. Pihak keluarga besar Rani hanya bisa mengenang kisah manis bersama Rani semasa hidupnya.

Semasa hidupnya, ungkap sejumlah sepupunya, Rani dikenal taat beribadah dan mudah bergaul. Rani banyak terlibat dalam kegiatan yang ada di lingkungan rumahnya terutama di Gang Edi II, Kelurahan Sayang, Cianjur.

Bahkan, Rani sempat tercatat sebagai pengurus Karang Taruna dan Remaja Mesjid.

Keluarga tidak pernah menyangka Rani ditangkap bersama Meirika Franola alias Ola dan sepupunya Deni Setia Maharwan. Sebab, kepada keluarga, Rani hanya bercerita sering diajak Ola untuk pergi berlibur ke sejumlah negara.

"Ketika itu, kami tidak menyangka kalau Rani akan ditangkap karena kedapatan membawa heroin sebanyak 3,5 kilogram, bersama Ola dan Deni. Kami menduga Rani tidak tahu apa barang yang dibawanya itu," kata Yuki seorang sepupu Rani.

Dia menuturkan, sejak Rani ditangkap pihak keluarga terus berupaya melepaskannya dari jeratan hukuman mati yang ketika itu dijatuhkan terhadap Rani dan dua rekannya itu.

Bahkan upaya grasi pun telah berkali-kali diajukan ke Presiden RI, namun tidak membuahkan hasil untuk Rani. Sedangkan grasi dua orang sepupu lainnya Ola dan Deni, dikabulkan Presiden SBY.

Sementara itu, bibi Rani, Tuti (56) yakin bila Rani tidak bersalah. "Saya yakin Rani tidak tahu barang apa yang dibawanya bersama Ola dan Deni itu," katanya seraya menyeka air matanya yang keluar.

Kata Tuty, Ayah Rani, Andi, telah berupaya maksimal membebaskan anak pertamanya itu dari jeratan hukuman mati. Bahkan dia, terpaksa menjual rumah miliknya di Gang Edi II Cianjur, untuk membayar sejumlah pengacara guna mendapatkan keinginannya itu. Namun hal tersebut tidak membuahkan hasil, dimana Rani akhirnya dieksekusi.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini