Image

Sidarto Danusubroto, dari Ajudan Presiden ke Wantimpres

Giovanni, Jurnalis · Jum'at 23 Januari 2015, 11:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 01 23 17 1096067 sidarto-danusubroto-dari-ajudan-presiden-ke-wantimpres-rleFTxcdZQ.jpg Sidarto Danusubroto ditunjuk menjadi anggota Wantimpres pada pemerintahan Jokowi-JK. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA – Irjen Pol (Purn) Drs. Sidarto Danusubroto, SH., dan delapan orang lainnya dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Senin, 19 Januari 2015. Sidarto sendiri dikenal cukup matang dalam bidang kepolisian dan pertahanan.

Alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta pada 1962 ini meraih gelar sarjana hukum melalui ujian negara pada 1965. Sepanjang 1969-1970 dia menempuh pendidikan di Sekolah Staff dan Komando Kepolisian. Kemudian pada 1977 Sidarto menempuh studi di Sekolah Staff dan Komando Gabungan.

Pria kelahiran Pandeglang, 11 Juni 1936 ini pernah menjadi ajudan Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno pada 1967-1968. Pada masa peralihan dari orde lama ke orde baru tersebut, Bung Karno mengalami masa tersulit. Selain loyal, Sidarto juga dikenal cukup dekat dengan presiden pertama RI itu.

Memasuki masa orde baru, karier Sidarto agak tersendat karena rezim berkuasa gencar menghapus paham-paham Soekarnois. Akhirnya pada 1973, dia dinyatakan bersih dan perjalanan kariernya pun kembali mulus.

Sidarto tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Polri pada 1975-1976, Kepala Interpol periode 1976-1982 dan Kepala Komapta sepanjang 1982-1985. Dia juga dua kali menduduki jabatan sebagai sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Pada 1986-1988 dia menjadi Kapolda Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan menjadi Kapolda Jawa Barat pada 1988-1991.

Setelah pensiun dari Polri, Sidarto menekuni bidang swasta. Dia melirik dunia politik setelah Orde Baru runtuh dan Indonesia memasuki masa reformasi. Sidarto memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dipimpin oleh Megawati Soekarno Putri sebagai haluan politiknya.

Meski masih hijau di dunia politik Tanah Air, Sidarto mendapat kursi di Senayan sebagai anggota DPR RI periode 1999-2013. Sidarto kemudian dipercaya meneruskan tugas Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) Taufiq Kiemas yang meninggal dunia pada 8 Juni 2013. Keputusan ini merupakan penunjukan langsung PDIP.

Saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR periode 2005-2006, Sidarto dikenal sangat fokus dan lantang menyuarakan kedaulatan negara. Bahkan dia dengan tegas mengimbau TNI untuk menenggelamkan kapal negara tetangga yang melewati perbatasan Indonesia.

Kini sebagai anggota Wantimpres, Sidarto memiliki tugas dan wewenang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden Joko Widodo. Dia juga dapat mengikuti sidang kabinet serta kunjungan kerja dan kunjungan kenegaraan jika diminta.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini