nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Ciri Guru Hebat

Giovanni, Jurnalis · Kamis 29 Januari 2015 12:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 01 28 65 1098537 mengenal-ciri-guru-hebat-VAABBzHpWY.jpg Guru hebat dapat mengembangkan potensi siswa dengan kurikulum apa pun dan dalam situasi apa pun. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA – Polemik penerapan Kurikulum 2013 membuat guru Indonesia ikut menjadi sorotan. Banyak pihak menilai, kualitas guru di Tanah Air belum mumpuni untuk menerapkan pengganti Kurikulum 2006 tersebut.

Kurikulum sendiri akan berubah mengikuti situasi politik, sosial, budaya dan perkembangan teknologi. Sementara itu, tugas guru tidak berubah. Apa pun kurikulumnya, guru harus memastikan peserta didik tumbuh dan berkembang sesuai potensi masing-masing dalam situasi dan kondisi yang ada.

Inilah yang dibahas dalam seminar bertajuk, "Aku Guru Hebat Apapun Kurikulumnya" yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Pendidikan Profesi Guru (Pusbang PPG) Lembaga Pengembangan Pendidikan Profesi (LP3) Universitas Negeri semarang (Unnes). Melalui seminar ini, Unnes mengajak seluruh guru untuk tetap siap mengajar dengan kurikulum apa pun yang ditetapkan pemerintah.

Guru Besar Universitas Negeri Yogyakara (UNY), Prof. Suwarsih Madya mengatakan bahwa guru hebat adalah mereka yang memiliki kompetensi lebih, bukan guru yang sekadar memenuhi standar.

"Untuk menjadi guru yang hebat, harus mendidik dengan niat sebagai ibadah, memperkokoh kepribadian, meningkatkan kompetensi secara kontinyu dengan memahami konteks secara menyeluruh,” kata Suwarsih, seperti dinukil dari laman Unnes, Kamis (29/1/2015).

Mantan atase pendidikan Indonesia di Thailand ini juga mengatakan bahwa, guru yang hebat adalah guru yang mampu menyusun, melaksanakan, dan memberikan penilaian terkait pembelajaran kapan dan dimana saja dia ditempatkan. Guru hebat, imbuh Suwarsih, harus fokus dalam pengembangan seluruh potensi yang dimiliki peserta didiknya.

Sejalan dengan itu, guru berprestasi tingkat nasional 2014, Farida Fahmalatif SPd MPd, mengajak rekan-rekannya sesama guru untuk dapat menyikapi kurikulum 2013 dengan positif. Menurut Farida, kepercayaan dan keyakinan masyarakat menuntut guru mengembangkan kompetensi personal, sosial, pedagogik dan profesional.

"Kurikulum apa pun, guru harus berprestasi dan menginspirasi," ujar Farida.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini