Guru Lecehkan Empat Muridnya di Toilet

Era Neizma Wedya, Sindo TV · Minggu 01 Februari 2015 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 01 340 1099879 guru-lecehkan-empat-muridnya-di-toilet-TxK0TVutde.jpg Guru lecehkan empat siswanya di toilet (Foto: Okezone)

MUSIRAWAS - Seorang oknum guru SD berinisial SA (49) di Rupit, Kabupaten Musirawas Utara tega melecehkan empat muridnya di dalam toilet sekolah.

Informasi yang dihimpun, Minggu (1/2/2015), guru yang diketahui sudah beristri dan mempunyai anak tersebut dilaporkan salah satu orangtua siswa. Peristiwa pelecehan ini diduga sudah berlangsung lama.

Kejadian itu diketahui ketika salah satu guru melihat siswanya menangis sambil bercerita dengan temannya. Melihat ada yang janggal guru tersebut memanggil keempat murid untuk ditanyai, namun keempatnya tetap terus menangis hingga akhirnya terpaksa dipanggil orangtuanya.

Saat itulah orangtua korban memaksa anaknya untuk menceritakan peristiwa sebenarnya. Dan sang anak pun mengaku telah dilecehkan oleh gurunya sendiri.

Perbuatan SA ternyata sudah berlangsung lama dan dilakukan di toilet dan ruang guru pada saat sepi. Modusnya, dengan cara memanggil keempat murid secara bergantian dengan alasan tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Keempat murid yang mengalami pencabulan adalah Ri (10) dan MA (10) murid kelas VI serta Aa (11), Si (11) murid kelas VI. Keempat korban hingga kini masih trauma dengan kejadian yang menimpa dirinya.

Sementara itu, Kepala SDN Kelurahan Rupit, Isman Halin membenarkan pristiwa tersebut. Dirinya mengaku kecewa dengan kejadian tersebut karena apa yang telah dilakukan anak buahnya jauh dari perilaku seorang guru.

Para guru juga mengaku tidak menyangka dengan apa yang telah diperbuat oleh SA terhadap anak didiknya sendiri. Sebab pelaku dikenal baik dan taat beribadah.

Kapolres Musirawas AKBP Nurhadi Handayani membenarkan kejadian tersebut. Pelaku sudah diamankan di polres.

"Akibat perbuatan tersebut pelaku dikenakan Pasal 82 atau pasal 284 tetang Perlindungan Anak dan Pencabulan," ujarnya.

Dihadapan penyidik, pelaku mengaku, perbuatan tersebut dilakukan lantaran khilaf. Pelecehan itu dilakukan di sekolah setiap ada kesempatan.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini