nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seleksi CPNS Bersih, Anak Presiden Saja Tak Lulus

Bramantyo, Jurnalis · Senin 02 Februari 2015 12:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 02 02 65 1100150 seleksi-cpns-bersih-anak-presiden-saja-tak-lulus-20AymQOhr7.jpg Putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, gagal dalam seleksi CPNS di Pemkot Solo. (Foto: dok. Okezone)

SOLO - Nama besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menjamin lancarnya seleksi yang dijalani sang putri untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kahiyang Ayu tetap tidak lulus seleksi meski nilainya hanya kurang sedikit.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi, tidak lulusnya Kahiyang Ayu dalam seleksi CPNS di lingkungan Pemkot Solo menunjukkan tes pada tahun ini bersih dari intervensi.

"Padahal, saya sudah menghadap ke Pak Jokowi untuk meluluskan putrinya yang nilainya kurang sedikit lagi. Tapi, Pak Jokowi dengan tegas tidak mau. Kata Pak Jokowi, kalau gagal tahun ini, putrinya bisa daftar CPNS lagi tahun depan," papar Yuddy Chrisnandi saat ditemui Okezone di Solo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Yuddy memastikan rekruitmen PNS tahun ini tidak semudah seleksi tahun-tahn sebelumnya. Dahulu, orang akan mudah lulus seleksi jika mendapat rekomendasi bupati, wali kota, gubernur, hingga menteri.

Dia memaparkan, dahulu orang bisa menyogok dan menjadi PNS meski tidak memenuhi syarat. Praktik kecurangan ini merugikan rakyat lain. Menurut Yuddy, mereka yang menjadi PNS tanpa mengikuti seleksi mengingkari rakyat.

"Kalau sekarang, saya pastikan tidak ada. Kalau ada, kamu tunjukkan di mana itu dan bagaimana caranya," jelas Yuddy.

Selain itu, kata Yuddy, rekrutmen CPNS kali ini membutuhkan tanda tangan persetujuan menteri. Misalnya, jika Kota Solo membutuhkan tambahan dua dokter, maka tidak serta -merta wali kota bisa mengangkat dokter baru menjadi PNS tanpa adanya seleksi. Tidak hanya itu, Yuddy pun bisa mengecek langsung ada atau tidaknya permainan dalam seleksi CPNS.

"Saya cek berjenjang. Ada deputi dan deputinya punya asisten. Ada panselnas dan ada pengawasan ketat. Saya pastikan seleksi PNS kali ini 99,99 persen tidak ada politik uang dan intervensi," ujarnya tegas.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini