Abraham Samad, Advokat Pemberantas Korupsi

Giovanni, Jurnalis · Selasa 17 Februari 2015 10:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 02 17 17 1106821 abraham-samad-advokat-pemberantas-korupsi-JNarurlolG.jpg Abraham Samad terkenal kritis sejak kecil dan kini memimpin pemberantasan korupsi di Tanah Air. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA – Di masa kecilnya, Abraham Samad dikenal sebagai anak yang kritis; terutama saat menyaksikan ketidakadilan. Kini, advokat asli Makassar, Sulawesi Selatan, tersebut memimpin lembaga antikorupsi di Indonesia tanpa kenal rasa takut.

Dr. Abraham Samad, S.H., M.H., lahir 27 November 1966. Dia menyelesaikan studi sarjana hingga doktoral di Fakultas Hukum Universitas Hasanudin, Makasar. Sejak 1996, Abraham memulai karier sebagai advokat dan tercatat menjadi salah satu pengagas berdirinya Anti Corruption Commite (ACC). Lembaga swadaya masyarakat ini bergerak dalam berbagai kegiatan pemberantasan korupsi.

Pada 2011, Abraham mengikuti seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ketiga kalinya. Dia pun berhasil lolos hingga tahapan akhir dan mengalahkan empat calon kuat pada saat pemilihan yaitu Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto, Zulkarnaen dan Adnan Pandu Praja. Pelantikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Desember 2011 mengesahkan Abraham dan jajaran pimpinan KPK lainnya sebagai nakhoda lembaga ini.

Rupanya, rekam jejak Abraham yang cukup baik dalam hal pemberantasan korupsi membuat para tikus kantor saat itu ketar-ketir. Belum juga resmi dilantik, Abraham terus diserang dengan isu-isu sentimen oleh kalangan yang merasa tidak nyaman dengan kehadirannya. Abraham dituduh sebagai penganut Islam garis keras, teroris, hingga disebut-sebut memiliki hubungan dengan jaringan Al Qaeda.

Berbagai isu tersebut muncul dari kegiatannya pada saat menjadi advokat. Pada 2002, Abraham menjadi kuasa hukum Agus Dwikarna. Ketika itu, terdakwa teroris tersebut tertangkap tangan membawa bahan peledak di bandara internasional Manila. Dia juga dikenal dekat dengan Abu Bakar Ba'asyir, tokoh Jamah Islamiyah (JI) yang memiliki kaitan dengan Al Qaeda.

Ketika sudah menangani berbagai kasus pun, Abraham seringkali mendapat serangan balik dari kubu lawan. Misalnya, ketika KPK menangani kasus korupsi pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM) dan memeriksa Irjen Djoko Susilo. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai ancaman. Penyidik KPK, Novel Baswedan, ditangkap polisi. Selain itu, ada juga ancaman penyabotasean gedung KPK.

Berbagai serangan tersebut tidak membuat Abraham gentar. Dia memang dikenal sangat berani mengungkap kasus korupsi, termasuk yang melibatkan banyak nama besar. Kasus wisma atlet, misalnya, menyeret banyak nama dari partai penguasa pada masa itu. Bahkan, Abraham juga tidak segan memeriksa menteri dan wakil presiden seperti Sri Mulyani dan Boediono terkait Skandal Century.

Belum lama ini, Abraham diserang isu baru. Foto yang diduga memperlihatkan kemesraan Abraham dengan Puteri Indonesia 2014 tersebar di dunia maya. Gambar ini menyeruak ke publik setelah KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus rekening gendut Polri. Riset yang dilakukan para ahli menunjukkan foto tersebut hanya rekayasa. Abraham sendiri akan memimpin KPK hingga 2015.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini