ABK Kapal Pelni Selundupkan Ratusan Burung Cendrawasih

Nurul Arifin, Okezone · Jum'at 27 Februari 2015 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 27 340 1111575 abk-kapal-pelni-seludupkan-ratusan-burung-cendrawasih-Ik9Rl8Tu05.jpg ABK Kapal Pelni Seludupkan Ratusan Burung Cendrawasih (foto : okezone)

SURABAYA - Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menggagalkan upaya penyelundupan ratusan satwa langka asal Papua. Satwa berbagai jenis yang dilindungi seperti burung cendrawasih sedianya akan diselundupkan ke Jakarta.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi mengatakan, ratusan satwa tersebut ditemukan di kapal KM Gunung Dempo PT PELNI yang sedang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Satwa dari berbagai jenis ini disembunyikan oleh Anak Buah Kapal (ABK) PT Pelni di kamar mesin kapal KM Gunung Dempo.

"Terkait kasus penyeludupan satwa langka asal Papua, Polisi sudah memeriksa empat saksi yang merupakan ABK kapal Pelni," kata Arnapi di Kantor Polres Tanjung Perak, Jumat (27/2/2015).

Ratusan satwa ini diangkut dari Papua menuju Jakarta. KM Gunung Dempo transit ke Pelabuhan Tanjung Perak sebelum menuju Jakarta dan berhasil diamankan oleh polisi setelah menerima informasi dari masyarakat.

Di atas kapal itu, polisi menyita 200 ekor hewan yang masuk katerogi langka dan dilindungi. Satwa-satwa tersebut di antaranya burung cendrawasih, kakak tua hitam dan kakak tua hijau, termasuk ular dan biawak.

Arnapi menyebut, tidak gampang untuk melakukan penyelidikan kasus penyeludupan hewan langkah di atas kapal. Pasalnya, ketika dilakukan penyelidikan bertepatan dengan jadwal keberangkatan kapal. Bahkan untuk memindahkan satwa-satwa tersebut terasa sulit. Pihaknya belum bisa menangkap para tersangka karena ABK itu masih berlayar bersama KM Gunung Dempo.

"Penggerbekkanya cukup lama. Mulai jam sembilam malam hingga pukul dua dini hari tadi," ujar Arnapi.

Langkah selanjutnya, menurutnya, ratusan satwa ini akan di serahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur. BKSDA segera memutuskan mana saja hewan-hewan tersebut dilindungi untuk dikembalikan ke lingkungannya.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini