nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Hanya Kirim Cerpen ke Media

Fathurrochman, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2015 10:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 03 20 65 1121467 jangan-hanya-kirim-cerpen-ke-media-MsHVd7DJvU.jpg Suasana peluncuran buku kumpulan cerpen majalah Esquire. (Foto: Fathurrochman/Okezone)

JAKARTA - Kegemaranmu menulis cerpen enggak selalu berbuah manis. Cerpen buatanmu jarang dimuat koran atau majalah. Sedih? Jangan dulu. Coba ubah cara pandang tentang hal ini.

Penulis cerpen Eka Kurniawan mengungkapkan, edukasi tentang cerpen tidak melulu kepada pembaca, penulis pun harus berperan. Salah satunya, dengan tidak terus mengirim cerpen ke media.

"Karena, sastra bukan hanya di koran mingguan, meskipun perkembangan sastra di Indonesia diwakili oleh media itu. Para penulis pun harus berani keluar dari zona aman," kata Eka dalam acara peluncuran buku kumpulan cerpen (kumcer) terbitan majalah pria dewasa Esquire, di Plaza Indonesia, Kamis 19 Maret 2015

Pernyataan Eka pun terbukti. Beberapa tahun terakhir namanya tidak muncul di media cetak. Ternyata, novel-novel Eka telah diterbitkan oleh berbagai penerbit dunia, seperti Bi wa Kizu  (Shinpusha, Jepang, 2006), Beauty is a Wound (New York, 2015), dan Man Tiger (London, 2015).

Begitu banyaknya karya yang ditulis, Eka pun lupa pada cerpen yang masuk dalam dua kumcer Esquire, yaitu Semua Orang Pandai Mencuri dan Pesan untuk Kekasih Tercinta. Padahal cerpen buatannya dijadikan judul buku pertama itu.

"Saya lupa bercerita apa cerpen saya, karena sudah cukup lama saya menulisnya," tuturnya.

Ricard Oh, sutradara yang juga penulis kata pengantar kumcer ini, mengapresiasi ide-ide cerita yang diusung. Baginya, cerpen yang bagus adalah yang meninggalkan aroma setelah membacanya.

"Ada empat cerpen yang sangat saya suka di dalam buku pertama ini, tapi saya tidak sebutkan siapa penulisnya," ujar Richard seraya membuat para audiens menerka-nerka.

Whulandary Herman sebagai pembicara terakhir menjadi pembeda suasana karena dapat mengundang antusias para audiens. Di samping sebagai satu-satunya perempuan yang menjadi pembicara di acara peluncuran buku ini, sang Puteri Indonesia 2013 mengungkapkan berbagai hal, termasuk pria idolanya.

"Bagiku, cowok yang gemar membaca itu seksi, karena dia fokus. Kan kalau sedang baca digangguin jadi seksi. Aku suka cowok pembaca," ungkap Whulan.

Editor in Chief Esquire Indonesia Dwi Sutarjanto mengatakan, dalam sehari redaksi rata-rata menerima tiga hingga lima cerpen. Sebulan, lebih dari 150 cerpen, kemudian hanya satu yang dimuat.

"Bahkan, ada juga siswa-siswa SMA dan SMP yang mengirim cerpen," ungkap pria berkacamata itu.

Buku kumcer ini ditulis para sastrawan hebat Indonesia, seperti Agus Noor, Alex R Nainggolan, Anton Kurnia, Arman AZ, Avi Basuki, Bamby Cahyadi, Bre Redana, Cok Sawitri, Diani Savitri, Dina Oktaviani, Djenar Maesa Ayu, Edo Wallad, J Angin, Rama Dira, Restoe Prawironegoro Ibrahim, Seno Gumira, Tommy F Awuy, dan Ucu Agustine.

"Mungkin ini terlambat, karena sudah lama sebenarnya punya ide bikin kumcer namun baru tahun ini terlaksana," tutur Dwi.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini