nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga Kunci Kemenangan Indonesia di Ajang HNMUN

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Senin 23 Maret 2015 06:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 03 22 65 1122342 tiga-kunci-kemenangan-indonesia-di-ajang-hnmun-igvzx5e3S7.jpg Tiga Kunci Kemenangan Indonesia di Ajang HNMUN (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Ajang bergengsi Harvard National Model United Nations (HNMUN) kembali digelar. Tidak ingin berdiam diri, Universitas Indonesia (UI) mengirim mahasiswanya untuk beradu dengan delegasi lain dari berbagai negara di dunia.

Mahasiswa bernama Andhika Putra Sudarman itu bertolak menuju ajang bergengsi yang diselenggarakan pada 12—15 Februari 2015 di Boston Marriott Copley Place, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), tersebut untuk memenuhi acara yang tercetus dari Harvard University setiap tahunnya.

Mahasiswa angkatan 2011 dari Fakultas Hukum (FH) UI itu pun berhasil meraih penghargaan 'Honorable Mention' di HNMUN ke-61 tersebut.

Pada kompetisi ini, setiap mahasiwa mewakili satu negara untuk membahas isu atau topik terkini dunia yang telah ditentukan oleh panitia HNMUN. Dalam sesi High-Level Political Forum on Sustainable Development, Andhika mewakili Yunani untuk membahas isu water management and security.

Di ajang ini, kata Andhika, ada tiga hal yang menjadi kunci kemenangannya; pertama adalah ketenangan.

“Ketika kita khawatir, kita jadi tidak percaya diri dan akhirnya performa kita pasti jatuh. Jangan sampai hal itu terjadi. Anggap saja nothing to lose. Kita akan merasa punya everything to win ketika kita bersikap seperti itu," ujar Andhika, seperti dilansir dari laman UI, Senin (23/3/2015).

Kedua, lanjutnya, adalah penguasaan materi dan topik. “Kita hanya bisa yakin dan percaya diri ketika sudah menguasai materi. Kemampuan formal hanya akan menjadi baik ketika penguasaan materi sudah sempurna. Jadi, menguasai materi itu sangat penting,” ucapnya.

Kunci yang ketiga adalah tidak mudah putus asa. “Tidak sedikit orang kita yang biasanya sudah menyerah menghadapi kondisi yang susah dan sulit, tapi saya tidak,” ungkapnya.

Setelah kemenangannya di HNMUN, saat ini Andhika sedang sibuk menimba ilmu di Jepang dalam rangka pertukaran pelajar. Di tengah-tengah kesibukannya di Negeri Matahari Terbit, Andhika meluangkan waktunya untuk menulis dua buku, yakni 'Harian Mapres: Catatan dan Panduan Menjadi Mapres Nasional' dan 'Motivasi Masuk PTN: Bagaimana Menumbuhkan Motivasi untuk Sukses'.

Dia ingin kedua buku tersebut dapat memotivasi generasi muda untuk terus berkembang. Dengan harapan, melalui dua buku itu, dirinya bisa berbagi lebih banyak ilmu ke lebih banyak orang.

Sekadar diketahui, HNMUN merupakan simulasi sidang PBB tertua, terbesar, dan paling prestisius di dunia yang diikuti oleh lebih dari 50 universitas setiap tahunnya.

Indikator yang dinilai dalam HNMUN meliputi kualitas kepemimpinan, kualitas pidato yang dibawakan, kemampuan bernegosiasi, kualitas makalah, kualitas draft resolution, dan kualitas ide yang disampaikan selama debat berlangsung. (fsl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini