Image

Pembahasan Suksesi Kraton Yogyakarta Belum Mendesak

Markus Yuwono, Jurnalis · Selasa, 24 Maret 2015 - 00:28 WIB

YOGYAKARTA - Dosen Jurusan Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM), Bayu Dardias K, berharap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Istimewa (Raperdais) DIY soal suksesi kepemimpinan Keraton Yogyakarta dilakukan secara komprehensif.

"Sebaiknya DPRD lebih bijak dalam membahas Raperdais," kata bayu dalam Academic Roundtable Discussion Politik Keistimewaan di Yogyakarta bertema Harta, Tahta, dan Perebutan Kuasa, di Fisipol UGM, Senin (23/3/2015).

Dikatakannya, pembahasan mengeni suksesi kraton Yogyakarta dikhawatirkan menghilangkan substansi lainnya, misalnya soal kelembagaan, serta tentang pertanahan dan kebudayaan. Padahal, suksesi kepempinan itu di tangan sultan dan saat ini Sultan masih dalam keadaan sehat. "Ngarso Dalem masih sehat lho, jadi suksesi itu bukan hal yang urgen," ujarnya.

Bayu menjelaskan ada 16 orang yang berpeluang menggantikan Sultan, yakni lima putrinya dan 11 adik Sultan dikurangi Hadikusumo, Joyokusumo dan BRM Kuslardianto.

Dari jumlah itu kalau dikurangi berdasarkan anak tertua dari masing ibu muncul nama calon kuat pengganti Sri Sultan Hamengkubuwon X, yakni GKR Pembayun yang merupakan anak Sultan, adik kandung Sultan, Gusti Hadiwinoto dan adik tiri tertua Gusti Prabukusum. "Dari sisi keilmuwan bisa mengerucut jadi tiga," jelasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming