nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berangkat ke Jepang, 70 Mahasiswa RI Diminta Beradaptasi

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2015 15:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 03 31 65 1127028 berangkat-ke-jepang-70-mahasiswa-ri-diminta-beradaptasi-EU9ByJzm3J.jpg Berangkat ke Jepang, 70 Mahasiswa RI Diminta Beradaptasi (Foto: Faisal Harahap/Okezone)

JAKARTA - Sebanyak 70 mahasiswa Indonesia siap berangkat ke Jepang untuk melanjutkan studi mereka. Para menerima jenjang D-2 hingga S-3 itu diminta untuk mudah beradaptasi di Negeri Sakura.

Mereka akan menempuh perkuliahan secara gratis melalui beasiswa penuh dari Pemerintah Jepang yang biasa disebut beasiswa Monbukagakusho. Dalam acara pelepasan, Atase Kebudayaan Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Indonesia, Kubo Hirokazu mengatakan bahwa umat Muslim di Jepang lebih mudah beradaptasi, karena saat ini di Negeri Matahari Terbit itu lebih banyak makanan halal di berbagai kantin kampus dan di bandara-bandara juga ada musalla.

"Ketika saya kuliah di Kyoto, banyak teman-teman saya yang beragama Islam bisa menjalankannya tanpa hambatan," ujar Hirokazu, dalam acara Pelepasan Penerima Beasiswa Pemerintah Jepang April 2015, di Pusat Penerangan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2015).

Hirokazu melanjutkan, ada kabar baik bagi calon mahasiswa-mahasiswi Muslim karena belakangan ini ada salon khusus wanita muslim di Tokyo. Tak hanya itu, ada juga toko roti yang menggunakan bahan-bahan halal.

"Sebanyak 47 prefektur di Jepang ada masjid. Jadi, beribadah tidak ada masalah. Selama ini mahasiswa-mahasiswa Muslim di Jepang tidak ada masalah mengenai kehidupannya, sehingga puasa pada tahun ini saya rasa bisa melewatinya dengan aman," ucapnya.

Dia mengaku, jadwal sahur dan berbuka puasa di Jepang berbeda dengan di Indonesia. Di Jepang, sahur dimulai pukul 2.00 pagi dan buka puasa pukul 20.00 malam. (fsl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini