Harga BBM Tergantung Harga Mafia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Sabtu 04 April 2015 14:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 04 04 337 1129022 harga-bbm-tergantung-harga-mafia-XbczyEQKLv.jpg Harga BBM Tergantung Harga Mafia

JAKARTA - Direktur Centre For Budget Analysis, Uchok Sky Kadafi mengatakan, saat ini penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah tergantung kepada harga mafia. Dalih pemerintah yang membebaskan subsidi BBM jenis premium dengan penghematan anggatan sebesar Rp100 triliun adalah hal yang keliru.

"Harga premium bersubsidi yang telah dibebaskan pemerintah dengan dalih penghematan anggaran Rp100 triluin tidak sesuai dengan Permen (Peraturan Mentri) karena melepaskan harga premium ke pasar bebas yang membuat harga tersebut manjadi sesuai dengan harga mafia," kata Uchok, dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya Radio dengan tema 'Pusing Pala Rakyat', di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4/2015).

Kata Uchok, kenaikan harga premium sebesar Rp500 dari harga sebelumnya tidak memiliki payung hukum yang jelas. Dikarenakan, melanggar mekanisme dengan tidak mengikutsertakan wakil rakyat dalam penetapannya.

"Seharusnya, kenaikan harga BBM harus dengan mekanisme mengikutsertakan DPR di sana, pemerintah harus sowan dulu dengan DPR dalam menentukan kebijakan kenaikan BBM itu," papar Ucok.

Penghematan anggaran Rp100 triliun dengan tidak mensubsidi BBM jenis premium, sambungnya, dapat dialokasikan dengan jelas dan bermanfaat bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

"Seperti Kartu Sehat itu di mana? malahan orang berobat saja susah. Program harusnya pro rakyat. Anggarannya ada kok waktu pembahasan dengan DPR. Ini seperti beli kucing dalam karung saja, subsidi BBM tidak jelas," tandasnya. (ang)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini