nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ABG Korban Trafficking Dijual ke Kafe Rp1 Juta

Jimmy Panggabean, Jurnalis · Selasa 07 April 2015 18:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 04 07 340 1130486 abg-korban-trafficking-dijual-ke-kafe-rp1-juta-E8B4tnizxJ.jpg Korban Trafficking yang dijual Rp1 juta di sebuah kafe (Foto: Jimmy Panggabean/SindoTV)

MEDAN – Kasus perdagangan manusia masih jadi momok, terutama buat para korban yang terjerumus iming-iming pekerjaan dengan upah menggiurkan. Desi Rahmadani Dalimunthe salah satu korbannya.

Bukannya mendapati pekerjaan di sebuah butik dengan gaji Rp1 juta, gadis ABG berusia 15 tahun itu justru dijadikan komoditi pemuas nafsu pria hidung belang, dengan bayaran yang sama – Rp1 juta.

Desi dijual ke sebuah kafe di Kota Siantar, Sumatera Utara seharga Rp1 juta, untuk melayani para pria pemburu syahwat. Seketika korban bisa melarikan diri, Desi langsung minta pertolongan warga. Kini, dua pelaku sudah diringkus pihak kepolisian.

Desi membuat laporan di Unit Ekonomi Satreskrim Polresta Medan, atas kasus human trafficking yang dialaminya. Nasib nahas diceritakannya diawali akhir Maret lalu, ketika didatangi tiga pelaku, yakni SR, AR dan ST.

Ketiga pelaku yang juga masih tetangga korban menawarkan pekerjaan pada Desi di sebuah butik di Kota Siantar. Desi diming-imingi gaji Rp1 juta per bulannya.

Tergoda dengan tawaran tersebut, Desi pun ikut dengan ketiga pelaku ke Kota Siantar. Tapi bukannya dibawa ke toko butik seperti yang dijanjikan, Desi dibawa ke salah satu kafe.

Di tempat itu Desi mengaku dipekerjakan sebagai pelayan, sekaligus melayani nafsu birahi pria-pria hidung belang. Selang seminggu, korban bisa melarikan diri dan menghubungi keluarganya.

Ibu Korban yang mengetahui anaknya jadi korban trafficking, langsung melapor ke kepolisian. Seperti diterangkan Kasatreskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram, pihaknya sesaat melakukan penyelidikan berhasil meringkus dua tersangka, AR dan ST yang menjual korban ke kafe Kota Siantar.

Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 2 UU no.21 tahun 2007, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan manusia, dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun. Polisi masih emmburu dua tersangka lain, termasuk pemilik kafe.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini