Cari Buronan, Tujuh Oknum Polisi Siksa Warga

Erie Prasetyo, Okezone · Kamis 09 April 2015 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 09 340 1131528 cari-buronan-tujuh-oknum-polisi-siksa-warga-w1hQt1ZY0l.jpg Cari buronan, tujuha polisi aniaya warga (Foto: ilustrasi)

BINJAI - Aksi kekerasan yang dilakukan oknum petugas kepolisian terhadap masyarakat kembali terjadi. Korban mengalami penganiayaan dan dibuang di kebun tebu.

Bingung mau mengadu ke mana, korban akhirnya menceritakan pengalaman buruk itu ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Binjai, Sumatera Utara.

Penganiayaan tersebut diduga dilakukan tujuh anggota Sat Reskrim Polres Binjai terhadap seorang buruh gudang yang sama sekali tidak mengetahui apa-apa.

Korban bernama Denny Syahputra (35), warga Jalan Sei Mencirim, Gang Tepas Sridadi, Kelurahan Sei Semayang, Diski. Bapak dari dua anak itu disiksa dengan cara dicekik, dipukuli, dan bahkan kepalanya diancam akan ditembak.

Tidak hanya disiksa secara tidak manusiawi. Pria berkulit cokelat itu pun dibuang ke perkebunan Tebu.

Menurut penuturan Denny saat menyambangi Kantor PWI Binjai, awalnya rumah mereka didatangi tujuh anggota oknum polisi dari Polres Binjai untuk mencari Roy yang diketahui adalah sepupu Denny yang tersangkut kasus pencurian kenderaan bermotor (curanmor) di Binjai.

Akan tetapi, polisi yang mengobrak-abrik rumah Denny tidak berhasil menemukan Roy, sehingga polisi menunggu kedatangan Denny di depan lapangan bola kaki Diski.

"Sebelum bertemu dengan saya, mereka (polisi) itu sudah datang ke rumah dan mencari Roy. Tapi, mereka tidak menemukan si Roy," kata Denny, Rabu (8/4/2015).

Setelah selesai bekerja, Denny pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, dia mendapat laporan dari ibunya bahwa ada polisi yang datang mencari Roy.

Sehabis Maghrib, kata Denny, dia pun pergi ke lapangan sepakbola Diski untuk main bola. Ternyata, dia sudah ditunggu oleh tujuh oknum polisi yang mendatangi rumahnya sebelumnya.

"Rupanya mereka (polisi) sudah menunggui saya di lapangan," ujarnya.

Setelah bertemu, Denny dipaksa untuk memberitahukan keberadaan Roy. Akan tetapi, karena memang tidak tahu, Denny pun menjawab dirinya tidak tahu keberadaan sepupunya itu.

"Memang si Roy itu sepupu saya, tapi memang saya tidak tahu keberadaan si Roy," kata Denny.

Diduga karena kesal, oknum polisi itu langsung memukuli Denny. Bahkan, salah satu polisi mengeluarkan senjata api (senpi) dan mengacungkan ke kepala Denny.

"Aku dipukuli, leherku dicekik. Ada satu polisi yang mengeluarkan senpi dan mengancam akan membunuh aku," sebut Denny lagi didampingi ketua PWI Binjai Nazelian Tanjung.

Sesudah puas 'menyiksa' Denny, polisi pun memaksa Denny untuk ikut naik ke mobil. Di dalam mobil berwarna hitam itu, Denny juga dipukuli sampai babak belur serta lehernya terluka. Bukan hanya penyiksaan karena dipukuli dan diancam pistol.

Denny juga mengakui kalau polisi mengeluarkan kelewang dan alat setrum. "Mereka bilang akan menyetrum aku saat di dalam mobil," sebutnya sembari mengaku dia terus dipaksa untuk memberitahukan lokasi keberadaan Roy.

Setelah puas menyiksa Denny, oknum polisi itu malah membuang Denny di kilometer 19 Ladang Tebu Diski. Di situ, polisi juga mengancam akan menangkap Denny apabila memberitahukan kejadian yang dilakukan itu kepada siapa pun.

"Aku tidak terima dengan perbuatan mereka," ujar Denny kesal dan berencana melaporkan kasus tersebut ke Polda Sumut.

Sementara saat dikonfirmasi, Kanit Jatanras Polresta Binjai, Iptu Rudy Halapian, mengatakan, pihaknya tidak ada melakukan penganiayaan terhadap Denny.

"Kami mencari Rony, kok jadi si Denny yang kami pukuli? Enggak mungkinlah. Kita akan tanya dulu sama anggota soal itu," katanya.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini