BKSDA & Polisi Selidiki Pembunuhan Dua Buaya di Singkil

Salman Mardira, Okezone · Jum'at 10 April 2015 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 10 340 1132207 bksda-polisi-selidiki-pembunuhan-dua-buaya-di-singkil-a77TqVcbbx.jpg Polisi selidiki kasus pembunuhan buaya di Sungai Singkil (Foto: ilustrasi)

BANDA ACEH – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama kepolisian mulai menyelidiki kasus pembunuhan dua buaya yang ditangkap di muara Sungai Singkil.

Kepala BKSDA Aceh, Genman Suhefti Hasibuan, mengatakan, sudah menyerahkan kasus ini ke kepolisian dan bekerja sama menyelidiki kasus pembunuhan dua reptil itu untuk mendalami ada-tidaknya unsur pidana.

“Kita bantu penyelidikan. Kita sudah koordinasi dengan kepolisian, kasus ini sudah dinaikkan ke penyelidikan,” ujarnya kepada Okezone, Jumat (10/4/2015).

Menurutnya, pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan untuk mengetahui ada tidaknya unsur pelanggaran hukum di sana. Penyerahan kasus ini ke polisi dilakukan agar tidak terulang lagi di masa mendatang. “Kita berharap ini yang terakhir,” ujarnya.

Seperti diberitakan warga Aceh Singkil dalam sepekan terakhir telah membunuh dua ekor buaya yang diduga pemangsa manusia. Reptil yang ditangkap di muara Sungai Singkil itu juga dibelah perutnya untuk mencari potongan tubuh Yusril, warga Siti Ambia, Kecamatan Singkil, yang hilang dimangsa buaya saat mencari lokan pada 31 Maret 2015.

Warga di sana kini masih terus memburu buaya di muara Sungai Singkil menggunakan pancing besar dengan umpan ayam dan bebek. Mereka mencari reptil yang sudah menewaskan Yusril.

Genman meminta warga tidak lagi membunuh buaya jika berhasil menangkapnya. BKSDA juga meminta pemerintah membantu melindungi buaya dari ancaman pembunuhan.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini