Share

Menghidupkan Permainan Tradisional di Rumah Masa Kecil Bung Karno

Solichan Arif, Koran SI · Senin 13 April 2015 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 13 340 1133132 menghidupkan-permainan-tradisional-di-rumah-masa-kecil-bung-karno-YsLunD1VOt.jpg Ilustrasi (foto: dok. Unnes)

BLITAR - Rumah masa kecil Bung Karno di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar, Jawa Timur, menjadi tempat menghidupkan lagi permainan tradisional. Pengelola Kawasan Wisata Makam Bung Karno menggelar lomba gobak sodor.

Di belakang bangunan kuno yang akrab disebut Istana Gebang atau Ndalem Gebang itu para pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri/swasta di Kota Blitar menggelar dolanan gobak sodor.

Satu kelompok berisi delapan anak. Kelompok penjaga bertugas menjaga garis. Sedangkan, kelompok pembobol membawa misi menerobos garis mulai penjaga yang berdiri paling depan hingga paling belakang.

Aturan mainnya, pembobol yang tersentuh tangan penjaga dinyatakan kalah dan tim penjaga otomatis yang menang. Sebaliknya, apabila tim pembobol berhasil melewati penjaga garis terdepan hingga paling belakang, dinyatakan sebagai pemenang.

Total ada sebanyak 79 kelompok, rinciannya tingkat SD sebanyak 63 kelompok dan tingkat SMP 16 kelompok. "Kami memang ingin menghidupkan kembali semua dolanan tradisional yang pernah ada. Setiap sekolah mengirimkan delegasi dua kelompok," papar Heru Santoso, panitia acara.

Gobak sodor adalah permainan tradisional yang pernah jaya di era 1960-1970. Dolanan ini mengajarkan semangat sportivitas dan kebersamaan. Melalui acara tersebut, suasana di belakang rumah yang kini berstatus sebagai Museum Bung Karno itu pun meriah.

Beberapa guru yang mendampingi anak didiknya berteriak-teriak mengarahkan tim harus berlari cepat sekaligus bagaimana berkelit dan menghindar yang benar.

Menurut Heru, semua dolanan tradisional itu kini nyaris mati dan terlupakan. "Kalah dengan game digital semacam Playstation dari negara barat. Karena itu, menghidupkan kembali dolanan tradisional ini merupakan bagian perlawanan budaya," terangnya.

Selain gobak sodor, permainan tradisional asli Indonesia seperti bentengan, kasti, suramanda, petak umpet, cirak, dan voli plastik juga akan dimainkan secara rutin di lingkungan Istana Gebang. Semua itu dimulai momentum peringatan Hari Jadi Ke-109 Kota Blitar.

"Apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk nguri-uri (melestarikan) budaya nenek moyang," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Blitar Tri Iman Prasetyo mengatakan, acara gobak sodor digelar selama sepekan. "Dibuka mulai 9 April dan ditutup 16 April. Ini digelar sebagaimana kompetisi," ujarnya.

Santi, salah satu siswi SMP, mengungkapkan baru pertama kali memainkan permainan tradisional. "Sebab, sebelumnya hanya mendengar cerita dari orangtua. Selain itu, tidak semua teman-teman saya tahu dengan permainan tradisional gobak sodor," tuturnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini