Pelajar Pakai Kebaya & Berkebun di Hari Kartini

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Selasa 21 April 2015 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 21 65 1137746 pelajar-pakai-kebaya-berkebun-di-hari-kartini-DsvgToUYDh.jpg Pelajar Depok menanam berbagai tanaman obat dan hortikultura sambil mengenakan kebaya. (Foto: Marieska/Okezone)

DEPOK – Berbagai kegiatan menarik dilakukan pelajar di Depok meramaikan Hari Kartini. Sekedar memakai kebaya ataupun batik mungkin sudah biasa. Namun pelajar di Bojongsari, Depok memakai kebaya sambil menanam tanaman obat.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggabungkan peringatan Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April dengan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April. Para pelajar dari SD hingga SMK Farmasi di Al Ma’mun Education Center (AMEC) pun berdandan ayu dengan menggunakan sanggul ataupun kerudung sambil menempatkan tanaman obat ke dalam pot.

"Kami gabungkan tiga peristiwa even yakni Hari Kartini, Hari Bumi, dan HUT Kota Depok ke-16 jadi satu kegiatan produktif. Tanaman yang ditanam hari ini bisa dipanen tahun depan," kata Direktur AMEC Bojongsari, Depok, Ma'mun Ibnu Ridwan, Selasa (21/4/2015).

Khusus bagi siswa SMK farmasi, mereka menanam tanaman obat sesuai farmakognosi, yakni ilmu tentang tanaman obat dan herbal. Setelah ditanam, hasil kebun mereka juga bermanfaat untuk penelitian.

"Pengolahan, dibahas, dipelajari, dan diteliti anak-anak farmasi. Misalnya jahe itu masa panennya delapan bulan dan dapat mengobati sakit tenggorokan," ungkapnya.

Ma'mun menjelaskan, program ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Mereka menargetkan menanam hingga satu juta tanaman dalam pot, baik berupa pot tanah liat ataupun kaleng bekas yang dijadikan media tanam.

Sementara itu, siswa SD dan SMP menanam pohon jenis hortikultura. Mereka pun menanam bersama Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail.

"Contohnya adalah cabai, sayuran dan buah. Setelah dipanen kami salurkan ke koperasi bersama orangtua murid. Kegiatan ini juga masuk ke dalam kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) sebagai muatan lokal," tegas Ma’mun.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini