Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pendakian ke Merapi Diperketat, Pendaki Pemula Perlu Diedukasi

Pendakian ke Merapi Diperketat, Pendaki Pemula Perlu Diedukasi
Tim SAR Gunung Merapi (Foto: KRJogja.com)
A
A
A

BOYOLALI - Pasca terjatuhnya Eri Yunanto (21) ke dalam kawah Merapi, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) akan memperketat syarat pendakian. Edukasi kepada pendaki pemula perlu diberikan agar kejadian serupa tak terulang.

Pelaksana Harian Kepala BTNGM, Tri Atmojo, Selasa (19/5/2015) mengatakan, selama ini sudah diberlakukan larangan pendaki untuk naik ke puncak Merapi. Pendaki hanya boleh naik sampai ke kawasan pasar bubrah. Namun 'stereotip' di kalangan pendaki pemula, bila mendaki harus sampai puncak membuat larangan tersebut kerap diabaikan. Dia mencontohkan, pada momen pendakian ramai seperti tahun baru atau tujuh belasan, sangat banyak pendaki yang naik sampai ke puncak.

"Papan larangan di atas sudah dipasang. Peringatan lisan dan tertulis sudah diberikan. Tapi tetap banyak yang melanggar," kata Tri.

Diakuinya, kendala untuk memantau kepatuhan pendaki cukup sulit. Penempatan petugas di puncak tiap hari jelas tidak memungkinkan. Juga mustahil bila harus membuat pagar di kawasan puncak. Salah satu solusi yang paling mungkin yakni dengan mengedukasi pendaki, terutama pendaki pemula, untuk menaati syarat-syarat pendakian. Sejak booming pendakian gunung beberapa waktu ini, mayoritas pendaki Merapi adalah pendaki pemula yang belum mempunyai pengetahuan yang mumpuni tentang pendakian, baik tentang perilaku di gunung hingga bekal logistik dan peralatan yang memadai.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement