Aksi Tuntut Jokowi Turun Dicuekin, Mahasiswa Bubar Sendiri

Mustholih, Okezone · Rabu 20 Mei 2015 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 20 512 1152647 aksi-tuntut-jokowi-turun-dicuekin-mahasiswa-bubar-sendiri-ebPVqbl2xO.jpg Ratusan mahasiswa membubarkan diri setelah aksinya dicuekin Pemprov Jateng (Foto: Mustholih/Okezone)

SEMARANG - Sekitar 100 Mahasiswa Universitas Sultan Agung (Unisula) lintas organisasi, menggelar aksi demonstrasi di depan pintu gerbang Kompleks Gubernur Jawa Tengah.

Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya, karena mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945 dan menyengsarakan rakyat.

"Turunkan Jokowi, karena kebijakan tidak sesuai dengan UUD dan menyengsarakan rakyat kecil," kata Zulfikar, koordinator aksi dari Unisula, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2015).

Kebijakan Jokowi yang dianggap bertentangam dengan UUD dan menyengsarakan rakyat, kata Zulfikar, dapat dilihat dari kasus kriminaisasi terhadap dua pimpinan non-aktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto dalam kasus kesaksian palsu dan Abraham Samad dalam kasus pemalsuan dokumen.

Selain itu, Zulfikar menambahkan, Jokowi juga dianggap menyengsarakan rakyat karena membuat harga kebutuhan pokok melambung, menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) ketika crude oil dunia sedang turun.

"Suka atau tidak, BBM harus turun. Kalau tidak, berarti ini negara gagal kelola. Lebih parah lagi, mekanisme kenaikan harga BBM diberikan ke pasar. Di mana UUD 1945?," ungkap Zulfikar menambahkan.

Aksi mereka juga diwarnai dengan pembakaran ban bekas di depan pintu gerbang. Namun, jalannya aksi berlangsung relatif tertib, karena puluhan aparat polisi yang berjaga membiarkan mereka membakar ban hingga api padam sendiri.

Kepulan asap berbau menyengat menyelimuti sekeliling halaman depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurut Zulfikar, mahasiswa Unisula turun ke jalan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

"Kebangkitan Nasional tetap tidak membawa perubahan terhadap kondisi bangsa saat ini. Rakyat semakin menderita, menjadi kuli, dan pelacur di mata bangsa luar," terang Zulfikar.

Para mahasiswa pun mengakhiri aksi setelah merasa 'dicuekin', lantaran tidak ada perwakilan dari Pemprov Jateng yang menemui mereka. Mereka membubarkan diri meninggalkan sisa bakaran ban bekas yang masih mengepulkan sedikit kepulan asap hitam di depan pintu gerbang.

Seorang mahasiswa yang menolak disebutkan namanya menyatakan aksi mereka tanpa ada komando dari siapapun. "Kita turun bersama-sama atas kesadaran sendiri-sendiri," kata dia yang 'ngotot' tidak mau memberi identitas dirinya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini