nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SMAN 13 Bekasi Peduli Lingkungan lewat Ekskul

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2015 14:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 05 22 65 1153518 sman-13-bekasi-peduli-lingkungan-lewat-ekskul-LpCdNh3dWh.jpg Siswa SMAN 13 Bekasi punya ekstrakurikuler peduli lingkungan yang diberi nama Talista. (Foto: Iradhatie W / Okezone)

JAKARTA - Salah satu cara mengembangkan bakat dan minat siswa adalah melalui ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah. Karena itulah, SMAN 13 Bekasi memfasilitasi siswanya dengan ekskul di bidang lingkungan yang masih jarang di sekolah.

Ekstrakurikuler yang diberi nama Tata Lingkungan Sekolah Kita (Talista) tersebut didirikan sejak 2011. Melalui ekskul ini, siswa bisa berlatih menjadi petani kota atau urban agriculture. Sebab, di ekskul ini siswa diberi wadah memanfaatkan lahan sekolah yang terbatas dengan kegiatan-kegiatan berbasis lingkungan.

"Saya membebaskan siswa untuk berpikir. Dengan lahan sekolah yang seperti ini, apa ide yang mereka kembangkan. Misalnya, waktu itu mereka menanam tanaman sirih. Lalu, pernah juga menaruh benih ikan di sumur resapan. Tapi karena banjir, ikan-ikan tersebut kabur. Akhirnya mereka pelihara ayam," ujar Kepala SMAN 13 Bekasi, Henny Widhaningsih, belum lama ini.

Henny menjelaskan, selain pengetahuan secara akademis, siswa-siswanya harus mempunyai kekuatan mental. Oleh karena itu, SMAN 13 Bekasi menekankan pendidikan, kepedulian, dan pembinaan dalam bidang lingkungan.

"Ekskul Talista ini juga ada unsur bisnisnya sehingga berbasis kewirausahaan. Hasil pertanian dijual ke pasar. Selain itu juga ada bank sampah. Memang keuntungannya belum besar, tapi yang penting siswa bisa belajar. Hasil uangnya disimpan di Talista untuk modal usaha lagi," tuturnya.

Henny mengungkapkan, anggota aktif Ekskul Talista berjumlah 28 siswa. Perempuan yang menjadi Kepala SMAN 13 Bekasi sejak 2011 itu mengatakan tidak ada paksaan untuk mengikuti ekskul ini. Dia mempersilakan siapa pun yang berminat untuk bergabung.

Saat ini SMAN 13 Bekasi memperoleh juara Sekolah Adiwiyata Se-Kota Bekasi. Henny berharap ke depan bisa dikembangkan untuk juara di tingkat provinsi, bahkan nasional. Selain itu, perempuan berkerudung ini juga ingin agar ekskul yang dibentuknya tersebut bisa berdampak pada lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pasalnya, melalui ekskul ini siswa bisa belajar marketing secara langsung.

"Nanti harus ada pelatihan mengenai marketing juga. Sebab, waktu itu pernah hasil daun kunyit dijual ke pasar cuma dihargai Rp 5.000. Padahal, harga daun kunyit kan mahal. Tapi karena anak-anak tidak tahu, ya tidak bisa disalahkan juga," imbuhnya. (ira)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini