nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Profesor Nasih Terpilih Jadi Rektor Unair

ant, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2015 04:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 05 30 65 1157640 profesor-nasih-terpilih-jadi-rektor-unair-CGJQDPPz9t.jpg

SURABAYA - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr Moh Nasih MT Ak, terpilih menjadi rektor secara aklamasi oleh 19 dari 21 anggota Majelis Wali Amanah (MWA) Unair.

"Sidang MWA berlangsung secara tertutup di ruang sidang pleno Rektorat Unair mulai pukul 14.20 WIB yang diawali dengan paparan visi dan misi ketiga calon rektor yang masing-masing 10 menit," kata Kepala Pusat Humas dan Informasi (PIH) Unair Dr MG Bagus Ani Putra, Jumat (20/5/2015).

Dalam sidang tertutup untuk mendengarkan paparan tiga calon rektor yakni Prof dr Djoko Santoso Sp.PD K-GH PhD FINASIM (FK), Prof Nasih (FEB), dan Dr Umi Athiyah MS Apt (FF) itu, dua dari 21 anggota MWA absen yakni Triyono Wibowo dan Mahmudin Yasin.

Untuk anggota MWA yang hadir adalah Sudi silalahi (ketua), Hatta Ali, Chairul Tanjung, Mohammad Nuh, Dwi Soetjipto, Fasich, Mohamad Dikman Angsar, Frans Limahelu, Mohammad Faried, Sri Hajati, Moch Amin Alamsyah, Muh Amin, Susetiyono, Imam Prihandono, Junaidi Khotib, Widi Hidayat, Badri Munir Sukoco, Febryan Kiswanto (Presiden BEM).

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Muhamad Nasir yang duduk sebagai anggota MWA diwakili Patdono Suwignjo selaku Sekretaris Ditjen Dikti Kemenristekdikti.

Setelah paparan, ketiga calon rektor itu menunggu pengumuman di ruang sekretariat Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR), lalu ketiga carek dipanggil kembali ke ruang sidang pleno pukul 15.45 WIB untuk mengetahui hasilnya hingga akhirnya Ketua MWA Sudi Silalahi mengumumkan rektor terpilih kepada pers.

Pemilihan dilakukan secara aklamasi, dengan Menristekdikti menyumbang suara 35 persen. Setelah musyawarah mufakat, maka Prof Nasih pun terpilih sebagai Rektor Unair," kata Ketua MWA Unair, Sudi Silalahi.

Kepada carek yang tidak terpilih menjadi rektor, MWA menawarkan untuk menjadi wakil rektor. "Keduanya setuju, nanti pemilihan posisinya menjadi otoritas rektor," kata Sudi Silalahi yang mantan Mensesneg itu.

Warek Riset-Publikasi Menanggapi proses aklamasi yang dilakukan MWA untuk memilih dirinya, Prof Nasih yang kini menjabat Wakil Rektor II Unair itu menilai ujung demokrasi adalah muswarah, apalagi tidak ada aturan harus voting.

"Dampak sosial kalau voting itu bisa munculkan pernyataan, kenapa kok ini yang dipilih, sehingga timbul kasak-kusuk di kalangan kandidat. Jadi, pemilihan secara aklamasi bisa menghindari dampak psikologis yang tidak perlu pascapemilihan," katanya.

Tentang usulan MWA untuk memosisikan calon rektor yang tidak terpilih sebagai warek, ia mengaku dirinya juga mengalami hal itu pada lima tahun lalu ketika Prof Fasih sebagai rektor. "Saya yang saat itu juga kandidat akhirnya sebagai warek. Karena saya bidang ekonomi dan keuangan, akhirnya menjadi warek II, lalu Prof Syahrani yang juga carek lain pun menjadi warek I. Nantilah, soal dua kandidat itu kita bicarakan," katanya.

Bahkan, Nasih mengusulkan perlunya tambahan satu warek, sehingga kelak ada empat warek. Warek keempat akan ditugasi mengurusi masalah penelitian supaya lebih banyak dan terarah, sekaligus menangani publikasi ilmiah.

"Selama ini, penelitian ditangani warek I yang juga mengurusi akademik, lalu warek II bidang keuangan, dan warek III menyangkut soal kemahasiswaan dan alumni, padahal penelitian itu penting dan publikasi juga terabaikan," katanya.

Secara umum, Nasih berjanji akan melanjutkan program-program yang sudah dicanangkan rektor sebelumnya, terutama Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2015 yang telah dibuat. "Ke depan, kita akan menjadikan Unair berperingkat kurang dari 500 dunia sesuai pesan Menristekdikti. Untuk itu, kita akan lakukan percepatan dengan meningkatkan publikasi internasional. Selain itu, kita akan mendorong kemandirian dengan University Holding," katanya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini