Share

AS dan Jepang Sukses Jajal Rudal Terbaru

Hendra Mujiraharja, Okezone · Senin 08 Juni 2015 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 08 18 1161935 as-dan-jepang-sukses-jajal-rudal-terbaru-JXPwnD40gh.jpg AS dan Jepang jajal Rudal SM-3 terbaru. (Foto: AFP)

NEW YORK – Pada Minggu 8 Juni 2015, Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Jepang mengumumkan bahwa mereka berhasil menjajal sebuah rudal terbaru milik Perusahaan Raytheon yang diberi nama Standard Missile-3 (SM-3) Block IIA. AS dan Jepang memang sepakat mengembangkan rudal itu dengan modal miliaran dolar.

Rick Lehner, juru bicara Badan Pertahanan Rudal AS, mengatakan bahwa uji coba tersebut dilakukan mulai Sabtu 7 Juni 2015 di lepas Pantai California dan berlangsung dengan sukses. Lehner mengatakan, Pemerintah AS sendiri menghabiskan USD2 miliar untuk program senjata ini. Sedangkan Jepang memberikan kontribusi sebesar USD1 miliar.

Rudal jenis SM-3 IIA memiliki varian 21 inci. Jenis ini lebih panjang dari Rudal SM-3 yang sebelumnya pernah dibuat oleh Perusahaan Lockheed Martin.

β€œIni merupakan kasus terbaik Departemen Pertahanan AS dari jumlah dana yang sama dan teknik yang dibagi bersama dengan sekutu untuk mengembangkan rudal ini. Ini merupakan bidang sistem senjata terbaru untuk meningkatkan keamanan nasional kedua negara,” kata Riki Ellison, orang yang memimpin Aliansi Nirlaba Pertahanan Rudal Advokasi, seperti diberitakan Reuters, Senin (8/5/2015).

Raytheon menyatakan Rudal SM-3 IIA memiliki motor roket yang lebih besar dan sebuah kendaraan yang memiliki kemampuan untuk membunuh. Senjata tersebut juga dapat melindungi dari ancaman rudal balistik.

Rudal yang dijajal pada Sabtu 6 Juni 2015 mengevaluasi kinerja kerucut hidung rudal, kemudi kontrol, dan pemisahaan pendorong rudal.

"Keberhasilan tes ini membuat program ini berada di jalur yang tepat untuk 2018 penyebaran di laut dan darat," kata Taylor Lawrence, presiden sistem rudal bisnis Raytheon.

Ellison mengatakan, rudal ini membutuhkan pengujian tiga tahun lagi. Setelah itu, rudal dapat digunakan pada Kapal Angkatan Laut ASl, Kapal Kongo Jepang, serta kapal di Polandia dan Rumania.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini