Pasca-Soeharto Lengser, Nilai-Nilai Pancasila Dianggap Luntur

Prabowo, Okezone · Senin 08 Juni 2015 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 08 510 1161749 pasca-soeharto-lengser-nilai-nilai-pancasila-dianggap-luntur-nkPsZy5iw1.jpg Presiden kedua Indonesia, Soeharto

YOGYAKARTA - Setelah Presiden kedua RI, Soeharto, turun dari jabatannya pada tahun 1998, nilai-nilai Pancasila dianggap mulai luntur. Selama 32 tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, Presiden Soeharto dinilai mengamalkan betul Pancasila.

"Sekarang ini, nilai-nilai Pancasila sudah luntur, itu sangat menyedihkan," kata Siti Hediati Hariyadi, anggota DPR RI dari Partai Golkar yang juga putri keempat Pak Harto -sapaan Soeharto-.

Padahal, kata perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto itu, di era Pak Harto, Pancasila dihayati dan diamalkan betul dalam hidup berbangsa dan bernegara. Musyawarah untuk mufakat menjadi corak hidup dalam masyarakat yang menjunjung budaya ketimuran.

"Waktu zaman Pak Harto meneruskan, karena zaman Bung Karno yang merumuskan Pancasila. Meneruskan Pancasila zaman Pak Harto itu ada P4, BP7, dan sebagainya. Itu semua sudah enggak ada lagi sekarang," katanya.

Titiek melihat era Reformasi saat ini keluar dari rel jalur Demokrasi Pancasila. "Maaf ya, dengan adanya Reformasi, Demokrasi, masing-masing bisa teriak-teriak sendiri, menuntut hak tapi tak mau mengerjakan kewajiban. Dikit-dikit demo, demo lagi, ada demo terus ngancurin sekolahannya sendiri, kan merusak itu," ulasnya.

Meski tak ingin mengembalikan era Orde Baru, namun Titiek berharap pada siapa pun pemimpin di negeri ini untuk mengembalikan amanat Pancasila. Bangsa ini memiliki ciri khas sendiri tanpa perlu mengadopsi sistem dari negara Barat yang belum tentu cocok diterapkan.

"Mudah-mudahan ke depan, siapa pun pemimpinnya supaya mengembalikan kita pada rel karena kita sebagai orang timur," imbuhnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini