nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Digerebek Tanpa Busana, Sembilan Pasangan Mesum Diperbolehkan Pulang

Eddie Prayitno, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2015 15:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 06 16 512 1166242 digerebek-tanpa-busana-sembilan-pasangan-mesum-diperbolehkan-pulang-vV7XVC94FF.jpg Ilustrasi razia pekat (Foto: Sindo)

KENDAL – Razia penyakit masyarakat (pekat) terus digalakkan jelang memasuki bulan suci Ramadhan. Seperti halnya di berbagai daerah, Satpol PP Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, juga bergerak menyusuri sejumlah tempat yang jadi sarang perbuatan maksiat.

Hasilnya, sembilan pasangan mesum terjaring razia di sejumlah hotel kelas melati. Mereka digerebek tengah asyik ‘ngamar dalam keadaan tanpa busana.

Selain “menggarap” hotel melati di kawasan Pantura, tim gabungan Satpol PP dan Dinas Sosial Kabupaten Kendal, turut merazia Pasar Weleri yang biasa jadi tempat mangkal dan transaksi para pekerja seks komersial (PSK).

Mereka kemudian digelandang ke Kantor Satpol PP untuk didata. Diakui salah satu muda-mudi mesum, mereka ‘ngamar’ untuk memuaskan hasratnya.

Seperti yang dibeberkan Sulaiman asal Pengandon. Dia mengaku kenal dengan teman wanitanya, Siti Khoiriyah baru satu bulan dan bersepakat berkencan di Hotel Arjuna, salah satu hotel yang dirazia.

Hal senada juga diungkapkan Asep, warga Jebres, Solo, dan Dwi Astuti, warga Gringsing. Asep yang juga sopir bus jurusan Solo-Tegal, mengaku sudah berkenalan dengan pasangannya, Dwi yang merupakan karyawati counter HP dekat Pasar Weleri sejak delapan bulan terakhir.

Tapi berbeda dengan Sulaiaman, Asep yang belum sempat memuaskan birahinya, sudah keburu digerebek Satpol PP. sementara itu Kasat Pol PP Kabupaten Kendal, Toni Ariwibowo mengatakan, razia ini digelar dalam rangka cipta kondisi jelang Ramadhan.

Adapun memang sasarannya adalah penyakit masyarakat, minuman keras, para PSK dan hotel-hotel kelas melati yang acap dijadikan digunakan para pasangan mesum.

Akan tetapi sembilang pasangan mesum itu tak diberlakukan hukuman tahanan, melainkan hanya pendataan dan pembinaan. Namun jika di kemudian hari kembali terjaring razia, akan dilakukan tindak pidana ringan dan diserahkan ke Kejaksaan.

Usai dilakukan penyidikan dan pendataan, semua pasangan mesum itu diperbolehkan pulang dengan syarat, keluarga atau orangtua yang bersangkutan hadir ke Kantor satpol PP Kabupaten Kendal.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini