nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Sertifikasi Profesi Jelang MEA

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2015 17:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 06 16 65 1166303 pentingnya-sertifikasi-profesi-jelang-mea-cDy74cuH3L.jpg Perguruan tinggi membekali mahasiswa dengan sertifikasi profesi guna menghadapi persaingan tenaga kerja di MEA. (Ilustrasi: Asrri Dwiputri/Okezone)

JAKARTA - Perguruan tinggi ramai-ramai mempersiapkan mahasiswanya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu caranya, membekali anak didik dengan sertifikasi profesi.

Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Roesdiman Soegiarso memaparkan, MEA menyentuh lima aspek utama yaitu investasi, teknologi, manajemen, manufaktur dan sumber daya manusia (SDM). Dari kelimanya, Indonesia hanya memiliki keunggulan pada aspek SDM.

Roesdiman menyebut, potensi SDM Indonesia sangat bisa didorong pada level Asia. Apalagi jumlah penduduk Indonesia sangat banyak.

"Di sinilah peran penting universitas dalam menjalankan proses sertifikasi penduduk Indonesia dalam berbagai keahlian," tutur Roesdiman dalam Media Gathering di kampus Untar, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (16/6/2015).

Salah satu hal dilakukan Untar, kata Roesdiman, adalah mendorong semua publikasi kampus dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi dunia yang mengglobal.

"Kita harus siap dengan segala kekuatan dalam menghadapi MEA," tegasnya.

Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Gunardi mengimbuhkan, sertifikasi profesi telah menjadi dasar di berbagai negara. Sayangnya, kata Gunardi, Indonesia belum terlalu memerhatikan hal tersebut.

"Lembaga pendidikan Tanah Air juga belum banyak yang bisa menyentuh sisi keterampilan bersertifikasi. Untar pun harus bisa menyelenggarakan sertifikasi profesi berstandar internasional untuk menyambut MEA tahun ini," kata Gunardi.

Hal senada diungkap Sekretaris Pengurus Yayasan Tarumanagara Ariawan Gunadi. Menurutnya, MEA merupakan era liberalisasi perdagangan dan jasa serta membutuhkan keahlian dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan. Karena itulah, perlu adanya standarisasi profesi dari berbagai bidang dan negara.

"Kami berupaya mengembangkan pendidikan sesuai standar kompetensi profesi. Mudah-mudahan upaya ini tidak hanya mengembangkan universitas tetapi sekaligus mencetak kesiapan tenaga profesional," imbuhnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini