Kenalan dengan Kampus Hijau di Indonesia

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 19 Juni 2015 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 19 65 1167959 kenalan-dengan-kampus-hijau-di-indonesia-ktSennYaMk.jpg ITSB adalah satu-satunya kampus hijau bersertifikat di Indonesia. (Foto: wikimapia)

JAKARTA - Konsep kampus hijau sudah diterapkan banyak perguruan tinggi, salah satunya Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB). Yuk, kenalan dengan green campus di Indonesia ini.

Rektor ITSB Ari Darmawan Pasek mengklaim ITSB adalah satu-satunya kampus ramah lingkungan (green campus) yang mendapat sertifikat resmi. Dia memaparkan, pada 2011 lalu ITSB menerima sertifikat sebagai green campus dari Green Building Council Indonesia (GBCI). GBCI sendiri adalah perwakilan dari World Green Building Council (WGBC) di Toronto, Kanada. WGBC saat ini beranggotakan 102 negara dan hanya memiliki satu GBC di setiap negara.

"Untuk kampus, kami adalah satu-satunya green campus yang ada di Indonesia," kata Ari pada diskusi pendidikan di Menara Sinarmas Land Jakarta, Kamis, 18 Juni.

Ari menjelaskan, kampusnya memakai manajemen air yang didaur ulang serta menampung air hujan sebagai cadangan. Menariknya, gedung kampus ITSB yang berada di Bekasi ini mempunyai konsumsi energi listrik 126 kWh/m2/tahun atau 30 persen lebih rendah dibandingkan gedung konvensional.

Seandainya seluruh gedung pemerintah di DKI Jakarta saja bersertifikat sama dengan gedung kampus ITSB, kata Ari, maka energi listrik dapat dihemat 300 mw. "Energi listrik ini dapat disalurkan kepada masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik," imbuhnya.

Kampus empat lantai dengan luas area 5 ha dan luas bangunan 4.000 m2 ini mengoptimalkan pencahayaan alami. Ari memaparkan, letak kaca sengaja dihadapkan ke sisi utara dan selatan; bukannya ke timur dan barat. Dengan begitu, gedung tidak langsung berhadapan dengan paparan matahari yang dapat menimbulkan panas di dalam ruangan.

"Sinar matahari tertahan oleh tirai namun tetap memantulkan cahaya ke dalam ruangan," tuturnya.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini melanjutkan, kampusnya memang masih memakai pendingin ruangan. Namun, mereka mempunyai sensor yang dapat mendeteksi kadar CO2 yang berlebihan sehingga pendingin ruangan akan langsung mati.

"Suasana sejuk di dalam dan luar ruangan juga tercipta dari taman, danau buatan dan pepohonan yang ditanam di sekeliling kampus. Keramik untuk lantai dalam ruangan juga dipilih dari material yang anti serap panas," pungkasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini