nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bekal Menjadi Sarjana Hukum Kompeten

Afriani Susanti , Jurnalis · Kamis 25 Juni 2015 11:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 06 25 65 1171133 bekal-menjadi-sarjana-hukum-kompeten-4PaXkAeBuq.jpg Mahasiswa ilmu hukum harus banyak berdiskusi dan menganalisis kasus dengan kritis agar memahami berbagai aspek hukum. (Foto: shutterstock)

JAKARTA - Mahasiswa hukum memang dituntut untuk bisa memahami dasar-dasar hukum. Namun ternyata, bekal itu tidak cukup untuk menjadi sarjana hukum yang kompeten.

Salah satu pengajar Jentera School of Law, Bavitri Susanti, SH, LLM, memaparkan bahwa, orientasi pendidikan hukum saat ini cenderung menghasilkan pengacara yang jago dan menang di pengadilan dengan berbagai cara. Melalui Jentera School of Law, Bavitri ingin mendobrak sistem tersebut.

"Kami ingin mendidik para mahasiswa agar menjadi sarjana hukum yang berintegritas. Misalnya ketika kooporasi tidak ada tindakan suap," ujar Bavitri di Bluegrass Bakrie Tower, belum lama ini.

Dia mengimbuhkan, perubahan itu misalnya dilakukan membuat kurikulum yang dapat menjawab tantangan di masa depan. Sekolah, kata Bavitri, mengajarkan mahasiswa hukum agar mampu berpikir secara logis, tidak hanya menghafal undang-undang. Mahasiswa juga harus didorong agar terbiasa melakukan riset.

"Jadi mereka tidak bingung ketika menghadapi kasus baru yang belum ada referensinya di undang-undang," imbuhnya.

Di Jentera School of Law, mahasiswa diajari berpikir kritis, terbiasa membuat karya ilmiah serta melakukan presentasi. Dalam menstimulasi cara berpikir kritis, kata Bavitri, mahasiswa diajak melihat dan membedah berbagai kasus hukum di Tanah Air.

Pengajar lain, yakni Ahmad Fikri Assegaf, mengimbuhkan, nantinya para dosen akan selalu menyampaikan pesan yang terkandung dalam nilai-nilai hukum. Penekanannya adalah mendorong mahasiswa agar tidak menghalalkan segala cara untuk memenangi kasus hukum yang sedang ditanganinya.

"Biar bagaimanapun, kampus wajib memberikan pesan tersebut kepada para mahasiswanya," imbuh Fikri.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini