Share

Rusia Berusaha Habisi Taipan yang Lari ke Inggris

Selasa 30 Juni 2015 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 30 18 1173686 rusia-berusaha-habisi-taipan-yang-lari-ke-inggris-UtNV2zkfhK.jpg Sergei Pugachev diancam dibunuh Rusia. (Foto: Mirror)

LONDON – Seorang taipan Sergei Pugachev menuduh Pemerintah Rusia mencoba membunuhnya di Inggris dengan dua bom yang diletakkan di bawah mobil. Menurut taipan asal Rusia tersebut, upaya pembunuhan itu menggunakan “gaya KGB”.

Upaya pembunuhan dilakukan rezim Presiden Rusia Vladimir Putin setelah dia dianggap mencuri ratusan juta poundsterling dari Bank Sentral Rusia.

Pugachev saat ini di bawah kawalan ketat petugas bersenjata selama 24 jam. Upaya pembunuhan dengan dua bom yang diletakkan di bawah mobil itu terjadi pada Mei 2015 di London, Inggris.

Mantan senator Rusia yang pernah dijuluki "bankir Putin" itu kini bersembunyi di sebuah rumah yang aman di Inggris bersama pasangannya, Alexandra Tolstoy, mantan penyiar berita BBC. Dia juga membawa tiga anaknya untuk bersembunyi. Tuduhan upaya pembunuhan yang dilakukan Pemerintah Rusia itu dia lontarkan kemarin malam.

”Mereka yang bertanggung jawab menggunakan metode gaya KGB yang sudah ditinggalkan di masa lalu,” ujarnya mengacu pada cara Intelijen Soviet ketika membunuh musuh, seperti dilansir Daily Mirror, Selasa (30/6/2015).

”Jika ini adalah apa yang terjadi dengan saya di luar Rusia, satu hanya bisa membayangkan apa yang bisa terjadi jika saya di Rusia. Saya takut dengan keselamatan keluarga saya yang juga menjadi sasaran,” sambung dia.

Menurutnya, rencana pembunuhan dengan dua bom itu diduga sebagai balas dendam atas kegagalan Rusia untuk mengekstradisi dirinya dari Inggris. Pugachev dianggap bertanggung jawab atas krisis moneter Rusia pada 2008.

Pada awal bulan ini, Komite Investigasi Rusia —layaknya FBI— secara resmi meminta Inggris memulangkan Pugachev ke Rusia untuk diadili. Pasangannya, Alexandra Tolstoy, membenarkan teror itu.

”Saya menonton ketakutan terburuk saya yang menjadi kenyataan di depan mata saya. Kemungkinan bahwa pasukan Putin akan pergi sejauh mungkin untuk membunuh keluarga saya yang sekarang menjadi gangguan nyata,” ujarnya. (Sindonews.com)

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini