Menteri Marwan Ajak 10 Kampus Bangun Desa Tertinggal

Rabu 15 Juli 2015 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 15 65 1182235 menteri-marwan-ajak-10-kampus-bangun-desa-tertinggal-VXvDl08Gd9.jpg Menteri Marwah dan perwakilan dari 10 kampus menandatangai MoU (foto: Kemendesa)

JAKARTA – Untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi merangkul 10 kampus di daerah perbatasan untuk terjun langsung membangun pedesaan dan daerah tertinggal.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengungkapkan tujuan dari adanya kerjasama ini salah satunya adalah untuk meningkatkan kualitas kebijakan serta program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa berbasis hasil penelitian.

“Kampus-kampus yang berada di daerah perbatasan dan daerah tertinggal harus mampu berperan aktif untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa, daerah tertinggal, daerah tertentu dan kawasan transmigrasi,” ujar Menteri Marwan, saat melakukan penandatanganan MoU dengan 10 Perguruan Tinggi, di Hotel Borobudur Jakarta, baru-baru ini di sebagaimana dilaman Kemendesa dikutip Okezone, Rabu (15/7/2015).

Adapun beberapa kampus yang menandatangani MoU dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi adalah Universitas Borneo Tarakan, Universitas Cinderawasih Papua, Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat, Unniversitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Pattimura Ambon. Kemudian, Universitas Riau, Universitas Samratulangi Manado, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Tanjung Pura Pontianak, dan Universitas Tribuana Kalabahi Alor Nusa Tenggara Timur.

Dengan adanya MoU antara pemerintah dan kampus, Menteri Marwan berharap pengembangan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat akan bisa berjalan dengan baik.

“Kegiatan pendidikan beberapa kampus yang berada di daerah tertinggal harus bisa sejajar dengan kampus-kampus lain yang berada di kota besar. Selain itu, sebagai kelompok intelektual, kampus-kampus di perbatasan harus bisa membantu untuk merumuskan konsep dan model kebijakan serta program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sesuai dengan program prioritas pemerintah,” tandasnya.

Disisi lain, Menteri Marwan juga berharap beberapa kampus yang menjalin MoU dengan pemerintah bisa memunculkan inovasi baru untuk mengembangkan potensi desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tertinggal, daerah tertentu dan kawasan transmigrasi.

“Dengan adanya MoU ini kementerian juga ingin mengembangkan aksesibilitas dan peningkatan kapasitas bagi civitas akademika dan stakeholder yang bekerja untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, daerah tertinggal, daerah tertentu dan kawasan transmigrasi,” tandasnya.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini