nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangan Patah, Sopir Bus Maut Lari Lewat Gorong-Gorong

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2015 05:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 07 16 525 1182627 tangan-patah-sopir-bus-maut-lari-lewat-gorong-gorong-FIpapccH4W.jpg

KARANGANYAR – Sularto, sopir bus maut PO Rukun Sayur AD 1543 CF yang menewaskan belasan penumpang dalam kecelakaan tunggal di ruas jalan Tol Palimanan - Kanci kilometer 202 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akhirnya menyerahkan diri ke Satlantas Polres Karanganyar, Jawa Tengah.

Kasatlantas Polres Karanganyar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Erwadi mengatakan dalam pemeriksaan awal, Sularno mengakui dirinya ternyata bukanlah sopir resmi PO Rukun Sayur. Sularno, ungkap Bambang, mengaku menggantikan sopir resmi PO Rukun Sayur Sutarjo yang mengantuk.

"Sularno ini statusnya hanyalah kernet. Sularno menggantikan Sutarjo yang mengantuk. Parahnya, Sularno ini tidak memiliki SIM sama sekali,"papar Bambang di Satlantas Polres Karanganyar, Jawa Tengah,Rabu (15/7/2015).

Meski tak mengantongi SIM, ternyata Sularno ini berani menggantikan posisi sopir resmi bus PO Rukun Sayur jurusan Solo -Tawangmangu. Atas dasar itulah, Sutarjo yang sudah dalam posisi ngantuk meminta kepada Sularno untuk menggantikannya.

"Karena bukan sopir, Sularno sendiri mengaku tak tahu dimana pergantian itu dilakukan. Katanya,kalau Solo - Tawangmangu, biar tak punya SIM, Sularno berani bawa. Tapi kalau di luar Solo -Tawangmangu, katanya baru ini berani bawa,"jelasnya.

Ia mengatakan, sesaat setelah kejadian, karena takut diamuk massa, Sularno yang mengalami patah di tangan kanannya ini lari melalui gorong-gorong disamping lokasi tempat kejadian perkara. Sularno terus merangkat melalui gorong-gorong hingga tiba di sebuah perkampungan.

Namun, saat ditanyakan kembali apa nama kampung tersebut. Sularno, ungkap Bambang, kembali mengaku tidak tahu apa nama kampung tersebut. Sularno hanya bertanya kemana arah ke terminal pada warga yang ditemuinya.

"Sularno tak tahu kalau penumpangnya banyak yang mati. Dia tahunya kalau bus yang dia bawa mengalami kecelakaan. Terus Sularno mengakunya tidak melarikan diri. Tapi hanya bersembunyi sejenak kalau sudah tenang dia mau menyerahkan diri,"ungkapnya.

Menurut Bambang, dari pemeriksaan psikis yang dilakukan pihaknya, Sularno tidak mengalami gangguan psikis. Sularno tampak tenang sekali memberikan keterangan. Sedangkan Sutarjo, sopir resmi bus PO Rukun Sayur yang saat insiden tengah tertidur, masih menjalani perawatan karena mengalami luka-luka.

"Untuk izin trayek, Sularno mengaku tak tahu sama sekali. Dia tahunya bus disewa dari Jakarta untuk mengantar para pemudik," pungkasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini