nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ISIS-Chan, Jepang Lawan ISIS Lewat Anime

Rabu 29 Juli 2015 07:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 07 29 18 1187047 isis-chan-jepang-lawan-isis-lewat-anime-FBgdhl2EEq.jpg Jepang Lawan ISIS Lewat Anime ISIS-Chan (Foto: sgcafe.com)

TOKYO — Jepang menggunakan anime dan manga sebagai senjata melawan kelompok militan ISIS yang telah menjadi ancaman dunia. Sejak teror ISIS menewaskan dua warga Jepang, media sosial menjadi tempat untuk menunjukkan kemurkaan warga Jepang.

Jepang kemudian menunjukan perlawanan mereka lewat sebuah karakter anime bernama ISIS-chan. ISIS-chan telah beredar di berbagai media sosial akhir-akhir ini.

Sejumlah media sosial yang telah memunculkan ISIS-chan, yaitu 2ch, 4ch, facebook, reddit, dan twitter. BBC melaporkan Jepang telah menyebarkan ISIS-chan di berbagai website yang diduga mendukung teror ISIS dengan tujuan mengganggu kegiatan internet mereka.

Saat pemerintah negara Barat dan negara lain dipusingkan dengan bagaimana cara melawan teror ISIS, Jepang menemukan sebuah ide yang sejalan dengan karakteristik Negeri Sakura tersebut untuk melawan mereka.

Gambaran ISIS

Anggota Jepang dari kelompok hacker internasional Anonymous, yang dilansir animenewsnetwork.com Rabu (29/7/2015), mengemukakan sebuah ide, yaitu mengubah gambaran ISIS yang menakutkan dan mengerikan menjadi seorang gadis berbentuk anime yang tidak berbahaya.

Akun twitter milik orang yang menyebarkan pesan untuk Islamic State dibombardir dengan gambar ISIS-chan yang merupakan karakter berbentuk gadis 19 tahun berpakaian burqa yang telah dimodifikasi.

Burqa adalah sebuah pakaian yang menutupi seluruh tubuh yang dikenakan oleh sebagian perempuanmuslim di Afganistan, Pakistan, dan India utara.

ISIS-chan digambarkan menggunakan pisau miliknya bukan untuk melakukan kekerasan, namun untuk memotong melon yang menjadi makanan favoritnya.

Anonymous mendorong orang untuk menggambar ISIS-chan dan menyebarkannya di media sosial. Hal tersebut ditujukan untuk mempengaruhi hasil pencarian Google untuk “Islamic State”, “ISIS”, “ISIL”, atau “Daesh”.

Homepage untuk gerakan ISIS-chan, @isisvipper, mengemukakan beberapa aturan untuk menggambar ISIS-chan. Di antaranya, dilarang menghina agama Islam, Alquran, dan Nabi Muhammad.

Menurut @isisvipper, mereka ingin menggambarkan karakter ISIS-chan sebagai gadis ramah dan pecinta melon, sangat berbeda dengan penggambaran teror ISIS selama ini. Hal itu ditujukan untuk memberi kesan ISIS yang dulunya teroris kejam menjadi karakter anime lucu dan menggelikan.

(pam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini