nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diluncurkan Desa Bebas Kebakaran Hutan & Lahan di Riau

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2015 06:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 07 29 340 1186976 diluncurkan-desa-bebas-kebakaran-hutan-lahan-di-riau-QRyagG5Hn3.JPG Diluncurkan desa bebas kebakaran hutan & lahan (Foto: Banda Haruddin Tanjung).

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan marak terjadi di Riau. Menghadapi situasi tersebut, produsen bubur kayu dan kertas Group APRIL yang beroprasi di Riau kembali meluncurkan program Desa Bebas Api. Program tersebut merupakan kerja sama multi pihak yang bertujuan mencegah kebakaran sebelum menyala.

APRIL melalui unit bisnisnya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) akan memberikan hibah Rp100 juta yang diperuntukkan sebagai dana pembangunan bagi desa yang berhasil mencegah terjadinya kebakaran.

Direktur RAPP-APRIL Rudi Fajar menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan desa, aparat penegak hukum, militer, pemerintah setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan lembaga sosial masyarakat (LSM) untuk menjalankan program Desa Bebas Api.

"Program tahun ini mencakup Sembilan desa rawan kebakaran yang berlokasi di sekitar sungai Kampar," kata Rudi saat meluncurkan program tersebut di Kerinci, Pelalawan, Riau pada Selasa 28 Juli 2015.

Turut hadir dalam acara tersebut Mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan pelaksana tugas gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Rudi mengatakan, program Desa Bebas Api menggunakan lima pendekatan termasuk pendekatan secara insentif bagi masyarakat agar tidak membakar lahan, membangun kepemimpinan dalam pencegahan kebakaran, memberikan pertanian alternatif yang berkelanjutan, pemantauan kualitas udara, dan penyuluhan tentang dampak negatif kebakaran.

Menurut Rudi, program Desa Bebas Api terbukti sukses sebelumnya. Keberhasilan tersebut memberi banyak manfaat dan motivasi kepada masyarakat. Sehingga, semoga program itu makin sukses pada pelaksanaan kali ini.

"Fokus pada masyarakat, bekerjasama pemerintahan setempat dan LSM adalah kunci untuk menyelesaikan akar masalah kebakaran hutan dan lahan. Kemudian, menyediakan alternatif untuk pengolahan lahan bagi masyarakat juga sejalan dengan pendekatan untuk pengelolaan hutan lestari baik di dalam maupun di sekitar konsesi kami," ungkapnya.

Bersamaan dengan itu Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengapresiasi dan menyebut program Desa Bebas Api sebagai solusi baru untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan. "Memang harus ada solusi yang out of the box (inovatif) yang di luar kebiasan untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan," kata dia.

Moeldoko mengatakan kebakaran hutan dan lahan di Riau seolah menjadi tradisi. Situasi tersebut terjadi karena ada kebutuhan pengolahan lahan, sementara masyarakat tidak memiliki peralatan yang memadai.

"Jadi, daripada mengeluarkan dana besar untuk pemadaman dan pemulihan maka lebih baik menyediakan perlengkapan dan bantuan yang berguna untuk pengolahan lahan dan sudah pasti tentu jauh lebih murah," tuturnya.

Senada dengan Moeldoko, Kepala Desa Kuala Panduk Abu Sama mengatakan ada sejumlah manfaat program yang dijalankan.

"Program itu memberi kesempatan untuk mengelola lahan kami tanpa perlu dibakar, dan mendapat pembinaan tentang cara terbaik mengelolanya. Di sisi lain, jika bebas dari kebakaran, kami bisa mendapat insentif infrastruktur senilai Rp100 juta yang tentu saja bermanfaat besar bagi warga," ucapnya. (fal)

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini