nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daftar MOS Maut di Indonesia

Selasa 04 Agustus 2015 11:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 08 04 65 1190163 daftar-mos-maut-sepanjang-tahun-v9OzF20aWG.jpg Evan Christopher Situmorang siswa baru SMP Flora, Bekasi, yang diduga tewas akibat MOS (foto: Antara)

JAKARTA – Kematian siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Flora, Bekasi, Evan Chistopher Situmorang (12) setelah mengikuti masa orientasi sekolah (MOS) menambah panjang daftar aksi kekerasan terhadap siswa baru.

Kematian Evan bukan yang terakhir, pada tahun-tahun sebelumnya saat MOS dilaksanakan juga terdapat sejumlah kasus yang menewaskan siswa baru. Berikut daftar pelajar yang meninggal akibat MOS selama beberapa tahun terakhir, dikutip Okezone dari Koran SINDO, Selasa (4/8/2015)

1. Pada 15 Juli 2009, seorang siswa baru SMA 16 Surabaya bernama Roy Aditya Perkasa (14) tewas setelah mengikuti MOS di sekolahnya. Roy sebelumnya sempat pingsan, namun nyawanya melayang saat hendak diantar ke Rumah Sakit Sutomo, Surabaya.

2. Amanda Putri Lubis seorang siswi baru SMAN 9 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, meregang nyawa pada 13 Juli 2011. Dia diduga menjadi korban MOS karena mengeluhkan sesak napas usai mengikuti MOS di sekolah barunya.

3. Pada 2012, Muhammad Najib, seorang siswa Sekolah Pelayaran Menengah Pembangunan di Jakarta dipaksa jalan kaki sejauh lima kilometer ketika mengikuti MOS. Karena kelelahan yang sangat berat, nyawa Muhammad Najib tak dapat tertolong.

4. Pada 29 Juli 2015, Febriyanti Safitri (12) menghembuskan napas terakhir saat mengikuti masa orientasi peserta didik (MOPD) di SMP PGRI Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor.

5. Kasus kekerasan MOS yang terakhir dialami almarhum Evan Christopher Situmorang (12). Siswa baru SMP Flora, Bekasi itu tewas diduga karena kelelahan mengikuti MOS di sekolahnya.

MOS di Sejumlah Sekolah

Sejumlah kasus pelajar yang diduga meninggal dunia akibat MOS sangat disayangkan seluruh pihak. Padahal, tujuan dari MOS sendiri adalah mengingatkan siswa akan sesuatu hal yang baru; menjadikan dan mengingatkan warga sekolah baru agar lebih peka. Memberikan semangat, mengingatkan tata cara mengenakan seragam sekolah, aturan dan tata tertib baru, termasuk cara bersikap serta bertingkah laku di sekolah baru.

Selain itu, MOS perlu mengenalkan siswa pada lingkungan baru. MOS perlu mengenal program dan cara belajar baru. Pengarahan ini bertujuan agar siswa dapat memulai belajar dengan penuh semangat untuk meraih prestasi belajar yang baik. (MSR)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini