Image

10 Kasus Kematian Akibat Plonco Ospek Maut

foto: ilustasi Okezone

foto: ilustasi Okezone

JAKARTA – Bentuk kekerasan saat Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) di Perguruan Tinggi di Indonesia sepertinya sudah membudaya. Ospek kini dianggap seperti sarang mengembleng mental dan fisik dengan dalih kekerasan terhadap mahasiswa baru.

Mahasiswa baru harus siap disiksa dan dipukuli seniornya. Jika bersalah ataupun benar, mereka harus siap dikerjai. Hingga akhirnya terdapat beberapa mahasiswa baru yang meninggal dunia akibat kekerasan fisik yang mereka alami.

Berikut 10 daftar kasus kematian yang menimpa mahasiswa baru saat mengikuti Ospek sebagaimana dihimpun Okezone dan Koran SINDO, Selasa (4/8/2015).

1. Ery Rahman, praja baru Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) atau yang kini berubah nama menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) meninggal dunia di RS Al-Islam, Bandung pada 3 Maret 2000. Ia tewas diduga karena dihukum oleh seniornya di STPDN.

2. Donny Maharaja merupakan mahasiswa baru Universitas Gunadarma. Donny meninggal pada 31 Agustus 2001 akibat kekerasan fisik usai mengikuti studi pengenalan lapangan di Cileungsi, Bogor.

3. Pada 2 November 2002, dunia pendidikan nasional dikejutkan kembali oleh meninggalnya Wahyu Hidayat. Ia adalah praja baru STPDN (IPDN). Wahyu meninggal akibat dianiaya oleh seniornya karena lalai menjalankan kegiatan ekstrakurikuler.

4. Setahun berlalu, kekerasan Ospek di STPDN yang paling banyak mendapatkan perhatian adalah tewasnya Cliff Muntu. Praja STPDN itu menghembuskan napas terakhir pada 3 September 2003 karena dianiaya oleh seniornya.

5. Bentuk kekerasan bagi mahasiswa baru kembali terjadi pada 3 April 2007. Korbannya adalah Agung Bastian Gultom yang merupakan mahasiswa baru di Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Korban meninggal karena disiksa seniornya.

6. Aksi kekerasan saat Ospek terhadap mahasiswa baru juga menyebabkan meninggalnya Dwiyanto Wisnu Nugroho pada 12 Mei 2008. Mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) ini tewas saat mengikuti long march pelantikan anggota baru mahasiswa Geodesi ITB.

7. Kekerasan saat Ospek di STPDN terulang lagi pada 27 Januari 2011. Korbannya adalah Rinra Sujiwa Syahrul Putra (19) anak dari mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Pada 27 Januari 2011, Rinra jatuh sakit dan izin pulang ke Makassar kemudian pada Jumat 28 Januari korban mendapat perawatan di rumah sakit. Lantas pada 29 Januari Rinra kembali ke Jatinangor, keesokan harinya praja lain melihat Rinra sudah tidak bergerak di dalam kamar asrama.

8. Berikutnya pada 17 Juli 2012, seorang mahasiswa baru Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang, Banten, tewas setelah dua hari mengikuti Diklat Orientasi Pembelajaran (DOP) atau semacam Ospek di kampusnya. Ia adalah Erfin Juniayanto alias Mulyono.

9. Kasus kekerasan kembali dialami Fikri Dolas Mantya yang akhirnya meninggal dunia pada 12 Oktober 2013. Korban yang merupakan mahasiswa baru Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, tewas diduga karena kekerasan saat mengikuti Ospek.

10. Setelah STPDN berganti nama menjadi IPDN, kasus kekerasan di kampus milik pemerintah itu belum mampu dihentikan. Jonoly Untayanadi (25), mahasiswa tingkat tiga kampus IPDN Sulawesi Utara atau Sulut, meninggal dunia usai mengikuti Ospek pada Jumat 25 Januari 2013. Ketika dirujuk ke rumah sakit, mulut korban mengeluarkan darah. Korban akhirnya meninggal di rumahnya di Tikala Baru, Manado, Kamis 24 Januari 2015.

(MSR)
Live Streaming
Logo
breaking news x