Cerita Macan di Makam Mbah Wahab Chasbulloh

Nurul Arifin, Okezone · Rabu 05 Agustus 2015 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 05 519 1190757 cerita-macan-di-makam-mbah-wahab-chasbulloh-0db3vurf6T.jpg (Foto: Imgkid)

JOMBANG - Ribuan muktamirin membanjiri area muktamar di Kabupaten Jombang. Mereka menyempatkan untuk berziarah ke sejumlah makam para pendiri Nahdhatul Ulama (NU). Salah satunya adalah makam KH Wahab Chasbulloh di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Beredar mitos di makam Mbah Wahab (begitu warga menyebut KH Wahab Chasbulloh) ada harimau atau macan yang menjaga makam. Cucu menantu KH Wahab Chasbulloh, Farid Al Farisi menuturkan, mitos macan ini memang beredar di kalangan peziarah. Farid mengaku mendapat cerita asal muasal munculnya mitos tersebut.

"Percaya tidak percaya memang mitos macan itu memang ada. Mitos ini bermula ketika Mbah Wahab nyantri (belajar) di Pondok Pesantren Syikhona Kholil Bangkalan," tutur Farid kepada Okezone ditemui di area Muktamar NU ke-33.

Saat itu, kata Farid, Mbah Wahab berangkat ke Bangkalan untuk menuntut ilmu. Namun, ketika berada di Bangkalan, Mbah Wahab ditolak oleh Syaikhona Kholil tidak boleh nyantri di pesantren tersebut tanpa alasan yang jelas.

Namun, pendiri NU ini tidak berkecil hati. Ia yakin bakal diterima sebagai santri Syaikhona Kholil. Setelah ditolak itu, Mbah Wahab tidak langsung pulang ke Jombang melainkan menuju ke masjid di pesantren tersebut," ujarnya.

Mbah Wahab pun tidur di bawah bedug masjid tersebut. Sementara, Syaikhona Kholil mengumumkan kepada para santri yang lain untuk waspada bahwa pesantrennya akan didatangi macan (harimau). Spontan, sejumlah santri pun berjaga-jaga. Ada yang membawa pentungan, celurit dan berbagai senjata untuk melawan macan tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah santri juga berjaga-jaga hingga larut karena kabar kedatangan macan tersebut. Hingga pagi hari, macan yang dikabarkan oleh sang kiai tak kunjung muncul.

"Ada satu santri yang menanyakan kemana macan yang dikabarkan oleh Pak Kiai tak juga muncul," ujar pria yang akrab disapa Gus Farid ini.

"Dan saat itu, mbah Kiai Kholil langsung menunjuk seseorang yang tidur di bawah bedug yang tak lain mbah Wahab dan saat itu juga karena keteguhannya Mbah Wahab akhirnya diterima jadi santri di Bangkalan," jelasnya.

Nah, lanjut Farid, mungkin karena karomah dari Kiai Kholil inilah muncul macan yang saat ini menjadi mitos. "Bahkan ada yang percaya mitos ketika tirakat di makam tersebut, akan muncul macan dalam diri orang tersebut," katanya

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini