Share

Warga Medan Perlu Bendungan Serupa Katulampa

Erie Prasetyo, Okezone · Kamis 06 Agustus 2015 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 06 340 1191437 warga-medan-perlu-bendungan-serupa-katulampa-3Zvwi2uo5O.jpg ilustrasi, Bendungan Katulampa (dok. Okezone)

MEDAN - Mantan Wali Kota Medan, Bachtiar Jafar yang akrab disapa BJ, membocorkan konsep pembangunan water frontcity kepada calon Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan yang akrab disapa Rampo.

BJ yang pernah menjabat Wali Kota Medan periode 1 April 1990 sampai 31 Maret 2000 sengaja memberikan informasi tentang konsep pembangunan waterfront city ke Rampo, karena konsep yang pernah dibuatnya saat menjabat sebagai wali kota tak kunjung diimplementasikan Pemkot Medan.

Konsep waterfront city yakni konsep pengembangan daerah tepian air, baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau. Bachtiar menilai konsep waterfront city sangat cocok untuk Kota Medan yang memiliki banyak aliran sungai.

Informasi konsep pembangunan Kota Medan itu disampaikan BJ di rumahnya, Jalan Tengku Amir Hamzah Medan saat Rampo mengunjungi BJ. "Konsep pembangunan kota itu sudah saya titip ke wali kota selanjutnya. Namun konsep yang saya buat tidak diterapkan," jelas BJ, Kamis (6/8/2015).

Menurutnya, revitalisasi sungai dan pembangunan bendungan sangat dibutuhkan warga Kota Medan. Namun untuk menerapkan pembangunan waterfront city dibutuhkan integrasi antar-kota Medan dan kabupaten di sekitar Kota Medan.

"Buat bendungan di Medan Selatan. Seperti Bendungan Katulampa di Jakarta. Kalau aliran air besar buka pintu bendungan, kalau aliran air lagi kecil tutup pintu bendungannya. Jadi pasokan air terus terjaga," jelas BJ.

Menurutnya, palung sungai menjadi penampungan air yang bisa dimanfaatkan PDAM untuk mengalirkan air bersih. "Dengan buat bendungan setinggi 10 meter, palung air sudah bisa jadi sumber air. Tempat rekreasi juga bisa dibuat disana," jelasnya.

BJ menilai, saat ini yang terjadi di Kota Medan justru pembagunan hanya terfokus pada pembukaan jalan. Sementara di pinggiran jalan juga dibangun ruko dan gedung-gedung bertingkat, yang berimbas pada semakin minimnya ruang terbuka hijau.

"Kalau sudah bangun jalan, muncul ruko dan air bersih tidak ada. Bisa saja dibangun jalan, tapi juga bangun bendungan seperti Katulampa," ujarnya.

BJ juga mengatakan, bahkan saluran pembuangan air tertutup akibat pembangunan jalan. "Pembangunan di Medan utara simpel, buka jalan, sediakan listrik dan air, warga sudah mau tinggal di sana. Sedangkan di Medan selatan buat penyaringan air. Bukan sebaliknya. Sekarang yang terjadi pembangunan ke selatan. Kalau bangun sumber air di Medan utara, airnya sudah jorok," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Rampo mengatakan konsep pembangunan waterfront city yang dibuat BJ sangat cocok diterapkan di Medan. "Di Medan ada banyak sungai seperti Sungai Badera, Sungai Babura, Sungai Deli yang bisa dijadikan sumber air. Warga Medan sangat membutuhkan air bersih, saya ingin merevitalisasi sungai dan membuka ruang hijau di Medan," ujarnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini