nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kiprah Muhammadiyah Bentuk 20 Madrasah Antikorupsi

Salviah Ika Padmasari, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2015 10:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 08 06 65 1191442 kiprah-muhammadiyah-bentuk-20-madrasah-antikorupsi-bqDoQrgFNQ.jpg foto: ilustasi Okezone

MAKASSAR - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Muhammadiyah membuka madrasah antikorupsi sebagai bentuk nyata dari gerakan antikorupsi karena urusan antikorupsi tidak hanya sekadar bicara ceremoni.

Pembentukan madrasah ini sudah dibuka di dua kota yakni di Tangerang, Banten dan Gresik, Jawa Timur. Dua madrasah ini mengawali pembentukan kampus antirasuah lainnya yang rencananya akan dibuka pada 20 kota di wilayah Indonesia.

Ketua DPP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan hal ini di depan peserta diskusi pemberantasan korupsi dalam perspektif hukum progresif yang digelar oleh LBH KNPI Sulsel di warkop Phoenam di Makassar, Rabu (5/8/2015).

Madrasah antikorupsi di Tangerang dan Gresik ini sudah berjalan selama enam bulan. Ini baru awal dibentuk dan selanjutnya menyusul dibentuknya sekolah yang sama di kota-kota lain yang satu diantaranya di Makassar. Rencananya akan dibuka di kampus Universitas Muhammadiyah, Makassar.

Ditanya soal Tangerang dan Gresik, dua kota yang pertama kali dibukanya sekolah madrasah antikorupsi, kata Dahnil, tidak ada alasan khusus. Namun ia menjelaskan, rincian model madrasah ini adalah semacam Diploma 1 yang belajar selama satu hingga dua semester. Pesertanya adalah mereka-mereka yang sudah sarjana yang hendak belajar lebih konprehensif tentang antikorupsi.

"Jika Bung Hatta menyebut korupsi sudah membudaya maka kenapa kita tidak membuat budaya baru yakni budaya antikorupsi. Perlawanan terhadap korupsi bukan ceremoni saja dalam seminar dan semacamnya. Harus dimulai dari diri sendiri, sejak dini karena masalah penyakit korupsi itu adalah masalah peradaban," tandasnya.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini