Image

Orang Jepang Ajak Mahasiswa Indonesia Pungut Sampah

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Senin, 10 Agustus 2015 - 06:52 WIB
Jakarta Osoji Club mengajak masyarakat Indonesia peduli lingkungan dengan memungut sampah yang berserakan. (Foto: Marieska/Okezone) Jakarta Osoji Club mengajak masyarakat Indonesia peduli lingkungan dengan memungut sampah yang berserakan. (Foto: Marieska/Okezone)
 DEPOK – Gelar Jepang Universitas Indonesia (UI) dikunjungi ribuan pengunjung pecinta budaya Jepang. Berbagai bazar dan kuliner yang tersedia tentu menyisakan masalah tumpukan sampah.

Namun hal yang unik terlihat saat acara berlangsung. Ratusan relawan justru terlihat sibuk memungut sampah plastik bekas makanan pengunjung dan ditaruh ke tiap–tiap kardus cokelat. Rupanya mereka berasal dari relawan Jakarta Osoji Club.

Mereka terdiri dari sekelompok orang-orang yang peduli akan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Klub yang didirikan olegh masyarakat Jepang ini justru peduli sampah di Indonesia, khususnya ibukota Jakarta.

“Kami merasa malu dan sangat mengapresiasi, karena beberapa orang dari Negeri Sakura yang jauh di sana tidak memiliki kata malu untuk membantu membuat kelompok kecil ini yang selalu ingin mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak mengkotori lingkungan dengan hal-hal yang tidak seharusnya,” kata Pendiri Jakarta Osoji Club, Tsuyosi Ashida warga negara Jepang yang fasih berbahasa Indonesia di Boulevard UI, Minggu 9 Agustus malam.

Klub ini, kata dia, sudah berjalan selama tiga tahun empat bulan. Ashida sendiri meyakini bahwa suatu hari nanti Jakarta akan menjadi kota yang sehat dan indah.

"Kami yakin tidak hanya kami, di luar sana masih banyak orang yang peduli untuk membuat kota ini jauh lebih indah dan bersih dari apa yang pernah kami bayangkan,” jelasnya.

Ashida menjelaskan caranya mudah dalam bergerak peduli lingkungan. Yakni dengan memungut sampah di lingkungan sekitar. Dia mengungkapkan bahwa budaya warga Jepang memang bukan pribadi yang pemalas dan selalu menjaga kebersihan. Melalui kegiatan memungut sampah ini, Ashida dan rekan-rekannya berupaya memupuk kesadaran.

"Memang disiplin di Indonesia sangat kurang. Saat orang Indonesia ke Jepang pasti kaget, kok tak ada tong sampah tetapi bisa bersih, sepuntung rokok tak kelihatan. Jadi sampahnya kemana? Itu simpel. Mereka enggak buang sampah, tetapi sampah yang ada dibawa pulang, mereka membawa sampah di dalam tas dan dibuang di tong sampah rumah lalu dipilah,” jelas Ashida.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming