Mengulik Asal-Usul Unsoed

Selasa 11 Agustus 2015 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 11 65 1193960 mengulik-asal-usul-unsoed-xOeYG9hcTU.jpg Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengambil nama panglima besar TNI pada masa kemerdekaan. (Foto: dok. Unsoed)
JAKARTA - Siapa yang tidak kenal dengan Jenderal Soedirman? Ya, beliau adalah seorang pahlawan nasional dan jenderal perwira tertinggi pada masa Kemerdekaan RI. Perjuangan Jenderal Soedirman untuk membebaskan Indonesia dari penjajah Belanda dan Jepang tidak terkira besarnya.

Jenderal Soedirman wafat pada usia 34 tahun, tepatnya pada 29 Januari 1950. Dia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 Desember 1964.

Nama besarnya kerap digunakan untuk menandai berbagai tempat di Tanah Air. Salah satunya, Jalan Jenderal Soedirman, di Jakarta Pusat. Bahkan, jika melintasi jalan tersebut kita bisa menemukan patung Jenderal Soedirman berdiri tegak dengan seragam lengkap.

Nama Jenderal Soedirman juga terdapat dalam uang kertas rupiah keluaran 1968 serta diabadikan sebagai nama museum dan monumen. Satu perguruan tinggi di daerah Purwokerto, Jawa Tengah pun memakai namanya, yaitu Universitas Jenderal Soedirman atau yang dikenal dengan Unsoed.

Berawal pada 17 Agustus 1945 ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Jenderal Soedirman ditugaskan Presiden Soekarno untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas. Tugas ini dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat.

Jenderal Soedirman begitu dikenal luas masyarakat setempat. Tidak hanya itu, Jenderal Soedirman merupakan sosok dan tokoh yang paling disegani di daerah Banyumas. Ketika Jenderal Soedirman wafat pada 29 Januari 1950, derai air mata mengiringi kepergiannya. Dari situlah masyarakat Banyumas, dinas instansi, dan TNI membentuk yayasan pembina untuk mendirikan Universitas Jenderal Soedirman guna mengenang dan menghormati sang jenderal besar.

Berselang 13 tahun setelah Jenderal Soedirman meninggal dunia, berdirilah Unsoed dengan Surat Keputusan Presiden RI No 195 tertanggal 23 September 1963. Unsoed diresmikan oleh Menteri PTIP Prof Dr Tojib Hadiwidjaja bertempat di rumah Dinas Residen Banyumas.

Pada awalnya Unsoed memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, dan Fakultas Ekonomi. Selanjutnya Unsoed terus berkembang dan menambah bidang program studi sampai saat ini.

Kini, di usia yang ke-51, Unsoed tetap setia dan berkomitmen menjadi perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan sumberdaya perdesaan berkelanjutan, serta penggalian dan pemanfaatan kearifan lokal. Semua ini demi menghormati dan mengenang jasa sang Panglima Besar Jenderal Soedirman. (berbagai sumber) (MSR)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini