Pengendara Moge Berani Arogan, Siap-Siap Dikucilkan

Markus Yuwono, Sindoradio · Senin 17 Agustus 2015 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 17 510 1197333 pengendara-moge-berani-arogan-siap-siap-dikucilkan-EOuIWshBgz.jpg Motor Gede (Moge) (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Panitia acara Jogja Bike Rezdevous (JBR) yang berpusat di Rich Hotel Yogyakarta, mengaku sudah berusaha meminimalisir konflik dengan masyarakat.

Seperti yang terjadi dengan oleh Elanto Wijoyono pada Sabtu, 16 Agustus 2015 lalu, di mana dia dengan sepedanya menghadang pengendara motor gede (moge) yang arogan di perempatan Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.

"Awalnya pilih di JCM karena mau ke Borobudur, tapi dekat acara ternyata kalau di Borobudur harus ada izin UNESCO dan beberapa syarat lain, akhirnya kami pilih ke Prambanan, kami sudah coba mengurangi dampaknya," kata Lutfi di Rich Hotel Yogyakarta.

Dikatakannya, pihaknya sebenarnya memiliki cara pembinaan tersendiri terhada anggota Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).

Kika diketahui bersifat arogan, pengendara itu akan dikenakan sanksi sosial. "Sanksinya seperti dikucilkan, tidak diajak touring, dan itu lebih menyakitkan lho! Punya motor, tapi enggak punya teman," jelasnya lagi,

Sementara Ketua HDCI Yogyakarta Gatot Kurniawan mengatakan, pihak panitia sudah mengantisipasi efek negatif, di antaranya bising karena suara motor Harley dan kemacetan.

Panitia sudah mengimbau agar para peserta menginap di hotel yang lokasinya tak jauh dari Rich Hotel. "Tapi panitia sudah mempertimbangkan efek negatifnya dan mengantisipasinya, persiapan kita cukup lama," timpal Gatot.

Dia mengklaim, efek postif penyelenggaraan JBR ialah dari segi pariwisata, hotel dan kuliner di Yogyakarta yang omzetnya meningkat, karena melibatkan ribuan bikers.

"HDCI Yogyakarta sudah menjadi duta wisata. Karena itu, pelaksanaan JBR ini multiefeknya luar biasa," tambahnya.

Meski demikian dirinya mengaku prihatin dengan ulah oknum bikers yang tidak mematuhi rambu, dan terkesan arogan. "Kita akan bahas di dalam evaluasi untuk pelaksanaan ke depan lebih baik," tuntas Gatot.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini