Napak Tilas Jenderal Soedirman

Selasa 18 Agustus 2015 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 18 510 1198040 napak-tilas-jenderal-soedirman-nmCoOhHfjl.jpg Jenderal Soedirman. (dok. Okezone)

GUNUNGKIDUL - Sejumlah warga duduk lesehan di atas tikar pandan. Suasana di Dusun Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, mendadak seperti di masa perjuangan.

Warga yang duduk tepat di depan sebuah gardu Poskamling perbatasan Desa Karangrejek dan Desa Siraman itu, mengenakan pakaian tradisional jawa, jarik batik, beskap, blangkon, dan bunga bertebaran.

Tak lama, suara bel sepeda terdengar memecah suasana akrab obrolan warga berpakaian Jawa. Suara 'kring kring kring', bersahut-sahutan.

Puluhan sepeda onthel berbendera merah putih kecil datang dari arah barat. Lelaki berpakaian layaknya pejuang kemerdekaan kemudian ikut hadir di tengah obrolan.

Sebuah tumpeng berhiaskan angka 17, 8, dan 45 diantar menuju mereka. Warga kemudian duduk bersama di hadapan gardu. Kemudian mereka mengevaluasi kondisi desa dan kebersamaan mereka selama ini.

Begitulah warga menggelar napak tilas perjuangan Jenderal Soedirman. Jenderal yang meski sakit tetap bangun memimpin pertempuran.

Ketua Penyelenggara Malam Tirakat dan Napak Tilas Jenderal Soedirman, Krismunadi, mengatakan, sejarah telah menorehkan nama Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebagai wujud penghormatan, Malam Tirakat digelar di salah satu titik rute gerilya Soedirman yang melintasi wilayah desa tersebut.

"Dulu saat gerilya, Jenderal Soedirman pernah singgah dan menginap di salah satu bangunan yang kini menjadi Balai Desa Karangrejek," ujarnya beberapa waktu lalu.

Tujuan tirakat sekaligus napak tilas ini untuk menunjukkan agar generasi muda mengetahui sejarah bahwa desa mereka memiliki nilai sejarah yang tinggi meskipun tak tertulis dalam buku sejarah maupun dokumen lainnya.

Menurut Kris, setelah menyadari bahwa desa mereka menjadi rute gerilya para pejuang kemerdekaan, masyarakat Karangrejek bangga dan bersyukur.

"Kini tugas kita melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan tetap menjaga kesatuan dan persatuan dan bahu-membahu membangun desa kita," ucapnya.

Salah satu tokoh pemuda, Freddo Omegantara, mengungkapkan, kegiatan tirakat juga disisipi dengan agenda nonton bersama film yang mengisahkan perjuangan kemerdekaan RI, hingga menampilkan film ketika Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi. Film yang diambil dari situs youtube.com itu mengingatkan dan meningkatkan rasa nasionalisme khususnya bagi generasi muda.

"Dengan melihat film ini, harapannya generasi pemuda bisa melihat bagaimana perjuangan pahlawan di masa penjajahan," ujarnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini