nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1.200 Murid SD Pecahkan Rekor Muri

Salviah Ika Padmasari, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2015 19:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 08 18 65 1198254 1-200-murid-sd-pecahkan-rekor-muri-De5JUAZZ01.jpg foto: ilustasi Okezone

MAKASSAR - Salah satu strategi mengkampanyekan semangat antikorupsi adalah dengan mengajak anak bermain, bergembira, dan belajar bersama. Ini yang dilakukan komunitas perempuan di Makassar yang tergabung di “Saya Perempuan Antikorupsi (SPAk)” terhadap murid sekolah.

Selasa (18/8/2015), SPAk mengumpulkan sebanyak 1.200 anak dari 62 Sekolah Dasar (SD) se-Makassar memainkan game antikorupsi di Lapangan Hertasning, Makassar. Aksi ribuan anak sekolah ini berhasil mencatatkan rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri).

Game yang dimainkan anak-anak sekolah ini sejenis permainan monopoli mengangkat tema tertentu terkait Sembilan Nilai Antikorupsi (Semai). Sembilan Nilai Antikorupsi itu adalah kejujuran, kepedulian, kegigihan, keadilan, tanggungjawab, kerjasama, sederhana, keberanian dan kedisiplinan.

Salah satu contoh permainan itu, kasus yang dimunculkan kemudian dijawab masing-masing anak. Dari jawaban itu didiskusikan alasan mengapa memilih jawaban tersebut.

Kegiatan atas kerjasama SPAk dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Australia-Indonesia Partnership of Justice (AIPJ) ini, cukup mendapatkan perhatian serius dari anak-anak SD di Makassar. Awalnya, panitia penyelenggara menargetkan 1.000 anak namun yang hadir mencapai 1.200 murid SD.

Plakat rekor Muri kategori menyebarluaskan pesan antikorupsi dengan pendekatan menyenangkan ini diserahkan langsung oleh Manager Muri J Ngadri yang disaksikan Pelaksana Harian (Plh) Deputi Pencegahan KPK Cahya Hardianto Harefa.

Ketua Panitia Penyelenggara Sri Wahyuni berharap kegiatan ini memunculkan benih-benih antikorupsi yang terpatri di masing-masing anak dan menyebarluaskan ke anak-anak yang lain. Di pilihnya metode bermain ini, kata Sri Wahyuni, sesuai masa anak-anak yakni bermain dan belajar agar lebih mudah diresapi anak-anak di usianya.

Sementara Cahya Hardianto Harefa mengatakan, untuk pencatatan rekor Muri jenis kegiatan kampanye antikorupsi dengan bermain ini sudah dijalankan di beberapa daerah lain seperti di NTB.

"Virus antikorupsi tepatnya di mulai dari rumah. Dari ibu yang mengajarkan ke anak-anak. Dan, dari ribuan anak-anak yang berpartisipasi hari ini diharapkan bisa menularkan ke anak-anak yang lain lagi," kata Cahya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini