nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perangkat Navigasi Bandara di Indonesia Berusia "Senja"

Reni Lestari, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2015 16:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 08 19 337 1198917 perangkat-navigasi-bandara-di-indonesia-berusia-senja-K1M7gjr986.jpg Lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air di Oksibil Papua (foto: Ist)

JAKARTA - Penerbangan sipil mensyaratkan safety margin (peluang kecelakaan) yang tipis dan standar keamanan tinggi. Untuk memastikan hal itu, ada banyak unsur yang harus dipastikan dan dipenuhi. Salah satu yang paling penting yakni sistem navigasi penerbangan.

Navigasi yang digunakan di Indonesia saat ini masih menggunakan perangkat klasik yang sudah dipakai sejak 1950-an. Lalu untuk memenuhi standar keamanan penerbangan sipil di daerah dengan kondisi geografis seperti Papua, infrastruktur yang ada saat ini belum memadai.

"Akan kita solusikan dengan perangkat modern berbasis teknologi satelit dan digital data," kata Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub, Novierianto, di Gedung Kemenhub, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Ketika ditanya mengenai realisasi hal tersebut, Novie menjawab segera, dan sebenarnya Kemenhub sudah menggodok rencana ini sebelum kecelakaan Trigana Air di Pegunungan Bintang, Papua.

"Bandara seperti kelasnya Jayapura, semua peralatan sudah ada. Tapi untuk bandara di pedalaman-pedalaman, kami akan bekerja sama LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav Indonesia)," jelas Novie.

Namun, tegas dia, navigasi hanyalah salah satu unsur yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan penerbangan. Masih banyak komponen lain yang perlu diperhatikan, baik oleh pihak maskapai maupun bandara.

Komponen lain yang tak kalah penting adalah informasi cuaca yang hanya bisa didapat dari BMKG. Sedangkan tidak semua bandara kecil di Papua memiliki posko BMKG, sehingga sering kali penerbangan tidak didahului pengecekan informasi cuaca.

"Masih banyak juga bandara di Papua yang kesulitan mendapat info cuaca. Untuk itu, kami akan informasikan kepada BMKG untuk membangun posko-posko di tempat-tempat tersebut," tambah Novie.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini