nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Rumah Mewah Jadi Pilihan WNA Pelaku Kejahatan

Tri Ispranoto, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2015 16:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 08 28 525 1204240 alasan-wna-pelaku-kejahatan-tempati-rumah-mewah-3qOawKw8H9.jpg Dirjen Imigrasi Ronny Sompie (foto: Tri Ispranoto/Okezone)

BANDUNG - ‎Beberapa bulan kebelakang, aparat berwajib sering membongkar kasus kriminal yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) di tempat yang memiliki privasi tinggi, salah satunya adalah perumahan mewah dan vila.

Dirjen Imigrasi, Ronny Sompie mengatakan, bukan hal aneh jika WNA sengaja memilih rumah mewah atau vila sebagai tempat menjalankan aksi kriminal selama di Indonesia.

"Mereka akan menyewa rumah mewah atau vila di mana saja. Karena kalau menggunakan hotel, jaringan informasi dari Ditjen Imigrasi sudah ada link-nya," kata Ronny, Jumat (28/8/2015).

Sementara untuk rumah mewah atau vila yang disewakan warga dan dihuni oleh WNA, pihaknya belum bisa mendapatkan informasi. Sehingga dia mengharapkan masyarakat kooperatif memberikan informasi mengenai keberadaan para WNA.

Selain itu, pihaknya juga ‎meminta agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa bekerjasama dengan kepala desa juga lurah untuk melakukan deteksi dini terhadap rumah-rumah yang mencurigakan.

"Dengan pengalaman ini saya mengajak apabila ada info rumah tinggal seperti ini (Setra Duta) dicek apakah ada yg masuk atau ada mobil besar masuk atau ada hal lain yang mencurigakan," tuturnya.

Hal tersebut menurutnya dirasa sangat penting. Pasalnya, para WNA yang berbuat kriminal di Indonesia bergerak secara terorganisir, sehingga segala gerak-geriknya sulit untuk terdeteksi dan tidak menimbulkan kecurigaan.

"Tapi saya kira, dengan kerjasama yang baik kita bisa lakukan pencegahan dengan bersinergi dan bertindak secara komprehensif," tukasnya.

Seperti diketahui tim gabungan dari Polri, Imigrasi, dan Bea Cukai melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah mewah di Jalan Setra Duta Raya E3 No 8, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu 26 Agustus 2015.

Di lokasi tersebut, tim mengamankan puluhan orang yang 30 di antaranya adalah WNA asal Taiwan. Mereka diduga kuat terlibat dalam kasus narkoba, cyber crime, dan juga human traficking.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini