Hawa Panas di Rumah Korban Tsunami Diduga dari Gas Metana

Salman Mardira, Okezone · Selasa 08 September 2015 23:51 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 08 340 1210715 hawa-panas-di-rumah-korban-tsunami-diduga-dari-gas-metana-77ragq0pWB.jpg

BANDA ACEH - Hawa panas yang muncul dari rumah bantuan untuk korban tsunami di Lampulo, Kota Banda Aceh, belum reda. Suhu panas ini diduga berasal dari gas metana yang bersumber dari septic tank.

"Dugaan sementara dari ciri-ciri fisiknya sepertinya ini dari gas metana, tetapi kita akan teliti lebih jauh nanti dengan peralatan yang ada," kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Banda Aceh, Edisah Putra, Selasa (8/9/2015).

KLH sudah menurunkan tim untuk meniliti sumber panas yang muncul dari balik lantai keramik rumah Rusli Raden alias Yah Bit Cili (63) di Jalan Beringin II Gampong Lampulo.

Hawa panas yang diperkirakan mencapai 36 derajat celsius muncul sejak empat hari lalu dan menghebohkan warga. Edisah mengatakan, dugaan panas itu berasal dari gas metana berdasarkan letak septic tank atau tempat pembuangan kotoran manusia yang sangat dekat dengan rumah. "Hanya beberapa sentimeter saja dari rumah," ujarnya.

Menurutnya gas hydrokarbon CH4 tersebut bisa bersumber dari limbah padat maupun cair seperti kotoran manusia atau hewan. Hawa panas bisa muncul jika saluran penampungnya menyempit.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam KLH Banda Aceh, Adi Winata menuturkan, kecil kemungkinan kalau panas itu bersumber dari gas bumi. "Kajian itu udah terlalu luas, kecil kemungkinan," sebutnya.

Dari ciri awal ia melihat bahwa hawa itu besar kemungkinan dari gas metana. "Gas ini bisa saja menyembur keluar kalau ada kebocoran," ujar Adi.

Menurutnya gas ini bisa membahayakan kesehatan manusia jika terhirup, bahkan bisa merusak kulit dalam kadar tertentu. "Gas ini lebih berbahaya dari Co2," tukasnya.

Selain gas metana, Adi menilai, dugaan lain yang menyebabkan sumber panas itu berasal dari arus listrik. "Bisa jadi karena dari kelistrikan," sebutnya.

Dugaan ini muncul berdasarkan pengakuan si pemilik rumah yang mengaku, air di bak mandinya ikut panas dua hari lalu, dan bila dicelup tangannya terasa seperti tersetrum.

Adi mengaku pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab panas itu. Ia meminta warga menunggu hasil penelitian pihaknya dalam waktu dekat. "Bagusnya tunggu hasil dari kami saja, jangan dikait-kaitkan dengan mistis," pungkasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini