nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maba Wajib Ambil Mata Kuliah Transgender

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Rabu 09 September 2015 20:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 09 09 65 1211075 maba-wajib-ambil-mata-kuliah-transgender-pOe70IkoKa.jpg Mahasiswa transgender di Bangkok University dibolehkan berpakaian sesuai identitas gender pilihan mereka. (Foto: Bangkok University)
BIASANYA, mata kuliah wajib berhubungan dengan berbagai pengetahuan dasar seperti bahasa, agama dan statistika. Tetapi, di Thammasat University, Thailand, mahasiswa baru wajib mempelajari materi transgender.

Isu transgender sendiri makin mengemuka setelah Amerika Serikat mengesahkan pernikahan sesama jenis. Dan secara perdana, Thammasat pun menjadikan pembahasan isu transgender sebagai sesi kuliah wajib bagi mahasiswa barunya. Sebagai pembicara, kampus mengundang Kritipat Chotidhanitsakul (Jimmy). Pada akhir tahun ajaran, dia diharapkan telah akan berbicara di depan 8.000 mahasiswa.

Jimmy sendiri merupakan pria transgender dan presiden Aliansi Transgender di Thailand. Dia mengaku lega dapat menjadi dosen tamu pada salah satu kampus prestisius dan progresif di Negeri Gajah Putih tersebut.

"Saya sangat senang akan mengajar banyak mahasiswa. Saya harap mereka akan menjadi pribadi dewasa yang akan memahami isu transgender dan menetapkan tren baru untuk masyarakat," kata Jimmy, seperti dilansir Asian Correspondent, Rabu (9/9/2015).

Pada hari pertama kuliah awal September ini, Jimmy berdiri di depan sekira 300 mahasiswa baru. Dia diwawancarai oleh salah seorang dosen, Atiwut Kamudhama tentang perasaannya sebagai transgender. Jimmy pun berbicara tentang perjuangannya mencari identitas gender serta menjelaskan perbedaan istilah tersebut dengan orientasi seksual.

Sementara itu, Atiwut, yang mengundang Jimmy untuk mengajar di Thammasat, meyakinin, kelas baru tersebut akan membantu klarifikasi atas kesalahpahaman dan miskonsepsi tentang transgender. Diharapkan, para mahasiswa juga akan lebih memahami kelompok tersebut.

"Saya berharap kelas ini akan menciptakan lingkungan yang lebih menerima mereka," tutur Atiwut.

Respons mahasiswa baru juga cukup baik. Salah seorang peserta kuliah Jimmy, Vichaya Chaovanasrimanont, mengaku mendapat banyak pengetahuan dari kelas ini.

"Sebelumnya saya tidak memahami para transgender. Saya pikir mereka aneh. Tetapi sekarang saya memahami bahwa mereka sama seperti kita," ujar mahasiswa jurusan arsitektur tersebut.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini