nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Janda Terancam Dibui karena Pecahkan Kaca

Mukhtar Bagus (Sindo TV), Jurnalis · Jum'at 11 September 2015 10:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 09 11 519 1212338 janda-terancam-dibui-karena-pecahkan-kaca-PVRUlO8RDh.jpg Wahyuningsih dan dua anaknya (foto: Muktar Bagus-iNews TV)

JOMBANG – Hanya karena memecahkan sebuah kaca jendela nako (krepyak) milik kantor desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, seorang janda bernama Wahyuningsih Eko Rini (40) terancam dibui selama empat empat bulan.

Nasib Wahyuningsih Eko Rini yang merupakan warga Perumahan Permata, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Jawa Timur, akan diputuskan Pengadilan Negeri Jombang dalam waktu dekat.

Ibu dari dua anak ini dipidana oleh Kepala Desa setempat bernama Tomi Adi Purwanto. Wahyuningsih tanpa sengaja memecahkan kaca nako kantor desa pada Januari 2015.

Padahal, kaca yang pecah tersebut hanya satu lembar dan nilai kerugian yang ditimbulkan tidak lebih dari Rp50 ribu. Namun, kepala desa tidak peduli dan memperkarakan sang janda ke meja hukum.

“Saya sudah bersedia membayar kaca yang pecah tersebut, tetapi tetap saja kasus ini dilanjutkan ke polisi,” kata Wahyuningsih, Jumat (11/9/2015).

Dalam proses persidangan di PN Jombang, Wahyuningsih dianggap telah melakukan tindakan berbahaya dan merugikan negara sehingga diancam hukuman penjara empat bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Meski proses hukum terhadap dirinya masih berjalan, sehari-hari Wahyuningsih merupakan seorang ibu yang sangat bertanggung jawab dengan merawat dua anaknya bernama Egar (14) dan Keyla (2,5).

Sebagai orangtua tunggal, Wahyuningsih selama ini mencari nafkah untuk menghidupi dan membiayai sekolah kedua buah hatinya. Jika sampai pengadilan Jombang nanti memutuskan janda anak dua itu bersalah dan harus mendekam di penjara, Wahyuningsih berencana menitipkan dua anaknya kepada kepala desa yang telah memidananya.

“Jika kelak sampai dipenjara, saya akan titipkan dua anak saya kepada kantor desa dan kepala desa yang tega mempidanakan saya,” kata Wahyuningsih.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini